Lebak (ANTARA) - Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat 246 kejadian bencana alam terjadi sepanjang 2025.
"Kerugian akibat bencana alam itu hingga kini masih dalam pendataan," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta dalam keterangan di Lebak, Selasa.
Ia mengatakan bencana alam tersebut mengakibatkan 177 rumah mengalami kerusakan ringan, 73 rumah rusak sedang, dan 116 rumah rusak berat.
Baca juga: 530 rumah di Lebak terendam banjir dan 29 infrastruktur rusak
Selain itu ada 1.149 rumah terendam banjir dengan terdampak 4.958 jiwa dan tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
"Kami minta warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam agar meningkatkan kewaspadaan jika cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat dan sangat lebat, disertai angin kencang, dan sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman," katanya.
Menurut dia, selama ini Kabupaten Lebak masuk daerah rawan bencana alam, seperti banjir, pohon tumbang, longsor, pergerakan tanah, hingga gelombang tinggi, karena topografi alamnya terdapat pegunungan, perbukitan, aliran sungai, dan pesisir pantai.
Baca juga: Baznas Lebak targetkan perolehan ZIS 2026 Rp9 miliar
Oleh karena itu BPBD Lebak mengoptimalkan kewaspadaan agar mengurangi risiko kebencanaan.
Untuk mengantisipasi dan mitigasi kebencanaan, pihaknya mendirikan posko utama dan menyiapkan peralatan evakuasi serta penyaluran logistik.Selain itu pihaknya berkoordinasi dengan instansi lain, seperti Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, PLN, TNI,Polri, Basarnas, BNPB, Basarnas serta relawan dan lainnya.
"Kami selalu berkoordinasi dengan instansi lain untuk penanganan pascabencana untuk memberikan pelayanan dasar agar tidak menimbulkan korban banyak dan kerawanan pangan," kata Sukanta.
Baca juga: Harga beras medium di tingkatan pengecer di Lebak stabil
