Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, memperluas penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) tidak hanya di TPA Rawa Kucing, tetapi juga ke sejumlah Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Iwan, di Tangerang, Jumat, mengatakan saat ini TPS3R menerapkan pengolahan sampah organik menggunakan mesin pencacah biasa berskala kecil sampai menengah.
Dengan adanya tambahan teknologi maka jumlah sampah yang diolah bisa semakin banyak sehingga dapat mengurangi pembuangan ke TPA Rawa Kucing.
"Ini adalah salah satu terobosan dalam mengurangi buangan sampah ke TPA dengan melakukan pengelolaan di sumber sehingga juga mendorong partisipasi aktif masyarakat," katanya.
Baca juga: PSEL dihentikan, Pemkot Tangerang maksimalkan TPS3R hingga RDF
Saat ini, lanjutnya, di Kota Tangerang terdapat tujuh TPS3R dan penerapan teknologi RDF pada tahun 2026 di empat lokasi terpilih di antaranya TPS3R Benua dan TPS3R Dongkal.
"Penggunaan teknologi RDF nantinya ditargetkan di empat lokasi dapat mengolah sekitar 200 ton sampah dari sumber setiap harinya, khususnya yang organik," ujarnya.
Namun, penggunaan mesin pencacah yang telah dilakukan terus dimaksimalkan karena telah terbukti berhasil mengurangi jumlah sampah dan menghasilkan potensi ekonomi lokal.
“Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah organik dan maupun anorganik di tingkat sumber, selama ini kita hanya menggunakan mesin pencacah biasa, ke depannya akan menggunakan teknologi sehingga pengolahan sampahnya bisa lebih maksimal,” katanya.
Baca juga: Sepanjang 2025, DLH Kota Tangerang kelola sampah menjadi 200 ton RDF
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang berhasil mengelola sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing menjadi 200 ton RDF sepanjang tahun 2025 sebagai bahan bakar alternatif.
Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi mengatakan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) selaku perusahaan yang menerima RDF sepanjang tahun 2025 telah memanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
"Pengelolaan sampah menjadi RDF ini menjadi solusi menekan volume sampah serta mendukung target pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Tangerang," kata Wawan.
Baca juga: KLH dorong aglomerasi sampah di Banten untuk dukung solusi modern
