Kota Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota Tangerang, Banten, meningkatkan pengiriman bahan bakar Refuse Derived Fuel (RDF) ke industri di daerah itu seiring dengan penambahan mesin pengolahan sampah.
Wali Kota Tangerang Sachrudin di Tangerang, Kamis, mengatakan saat ini terdapat dua mesin RDF yang aktif beroperasi, dengan kapasitas produksi sampai 30 ton RDF per hari dari sekitar 50 ton sampah yang diolah.
"Ke depan, kami menargetkan pengiriman RDF tak hanya dilakukan setiap minggu, tetapi jika memungkinkan, dapat dilakukan setiap hari," kata Sachrudin dalam keterangannya.
Baca juga: Mulai akhir Mei, Pemkot Tangerang jual bahan bakar RDF ke perusahaan
Perlu diketahui, Pemkot Tangerang sudah mulai mengirim perdana secara komersial 32 ton Refuse Derived Fuel (RDF) kepada pabrik milik PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) sebagai energi alternatif guna mengurangi penggunaan bahan bakar batubara.
Meski sudah adanya mesin RDF, tetapi Wali Kota Sachrudin menekankan agar pengolahan sampah dari sumber oleh masyarakat tetap dilakukan.
"Upaya ini juga harus dibarengi dengan edukasi masif kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik, mulai dari lingkungan rumah tangga," kata dia.
Baca juga: Pemkot Tangerang jalin kerja sama dengan SBI terkait pembelian RDF
Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi menjelaskan penambahan mesin RDF tahun ini akan dilakukan sebagai upaya meningkatkan produksi pengolahan sampah.
Sementara itu untuk RDF yang dikirim ke industri, di jual satu ton senilai Rp300 ribu namun fokus utama adalah pada pengurangan volume sampah dan keberlanjutan pemanfaatannya sebagai energi alternatif.
"Nilai ekonomis memang ada, namun yang lebih penting adalah keberlangsungan kerja sama ini sebagai bagian dari solusi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Harapannya, PT SBI Tbk terus menjadi mitra strategis Kota Tangerang dalam pemanfaatan RDF," kata dia.
Baca juga: Tangani sampah, Pemkot Tangerang siapkan penerapan RDF di wilayah
