Kota Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota Tangerang, Banten, akan melakukan penjualan RDF (Refuse Derived Fuel) sebagai bahan bakar alternatif kepada perusahaan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) mulai akhir Mei 2025 dengan harga Rp300 ribu per ton.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Wawan Fauzi di Tangerang, Selasa, mengatakan saat ini jumlah sampah harian yang masuk kurang lebih 50 ton/hari dan menghasilkan RDF hingga 19 ton/hari.
"Kita sesuaikan dengan kebutuhan dari PT SBI. Tapi intinya hasil RDF ini sudah bisa dikomersialkan dan jadi pendapatan daerah," kata Wawan Fauzi.
Baca juga: Pemkot Tangerang jalin kerja sama dengan SBI terkait pembelian RDF
PT SBI, kata Wawan, adalah perusahaan pertama yang memanfaatkan hasil RDF olahan Pemkot Tangerang di TPA Rawa Kucing. Kerja sama yang dijalin dengan Pemkot adalah selama dua tahun.
"Pemkot Tangerang sudah bisa memasok bahan bakar pengganti yang sebelumnya batu bara secara utama dalam kebutuhan PT SBI," ujarnya.
Direktur Manufacturing PT SBI Soni Asrul Sani mengatakan kualitas RDF Kota Tangerang dipastikan sudah sesuai dengan kualitas yang baik atau berstandar.
"PT SBI sudah memiliki pengalaman cukup panjang, 17 kota/kabupaten sudah menjadi pemasok RDF kita, dan kini bersama Kota Tangerang juga bisa mensubstitusi penggunaan batu bara hingga 15 persen, jangka panjang kerja sama ini membantu dari aspek lingkungan," ungkap Soni.
RDF adalah bahan bakar alternatif yang diproses dari limbah padat perkotaan yang telah melalui proses pemilahan dan pengolahan.
Berdasarkan evaluasi awal, kualitas RDF yang dihasilkan dinilai baik dan sesuai dengan spesifikasi kebutuhan SBI untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif di pabrik semen mereka.
Baca juga: Tangani sampah, Pemkot Tangerang siapkan penerapan RDF di wilayah
