Lebak (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menargetkan perolehan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) pada 2026 mencapai Rp9 miliar atau meningkat dari target pada 2025 yang Rp8,5 miliar.
"Kita optimistis target ZIS Rp9 miliar bisa terealisasi, karena target 2025 Rp8,5 miliar tercapai Rp8,051 miliar atau 0,2 persen," kata komisioner Baznas Bidang Pengumpulan ZIS dan Dana Sosial Keagamaan Kabupaten Lebak Adjibulwathoni di Lebak, Senin.
Selama ini, perolehan zakat profesi kebanyakan dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak, termasuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Selain itu , melalui kerja sama dengan perusahaan swasta, di antaranya Alfamart juga muzaki atau orang-orang wajib membayar zakat, serta dana infak dan sedekah yang dikumpulkan Baznas.
Baca juga: Gubernur Banten dorong Baznas integrasikan zakat dengan pembangunan
Namun, kata dia, tahun ini sudah terbentuk Unit Pengelola Zakat (UPZ) di 240 desa dan kelurahan, di mana UPZ desa dan kelurahan itu dapat menerima zakat maupun dana sosial keagamaan dan lainnya, seperti kurban, pidia, kiparat, hakikah dan zakat luqathah (barang temuan).
Penerimaan dari UPZ itu,kata dia, sekitar 70 persen didistribusikan untuk delapan asnaf penerima antara lain fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah dan ibnu sabil.
Selain itu, program pendidikan dengan memberikan beasiswa, pemberdayaan ekonomi, kemanusiaan, advokasi dan dakwah.
Baca juga: Relawan Kota Tangerang berhasil bangun satu unit rumah warga di Sumbar
Oleh karena tu, Baznas Lebak terus berupaya untuk meningkatkan penerimaan zakat dan dana sosial keagamaan dengan harapan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
"Kami mendistribusikan dana zakat dan dana sosial keagamaan yang terkumpul itu untuk kesejahteraan mereka," katanya.
Budiman (57), seorang warga Kalanganyar, Kabupaten Lebak mengaku lega setelah menerima beras 25 kilogram dan lauk pauk serta uang dari Baznas setempat.
Penyaluran bantuan bahan kebutuhan pokok itu, kata dia, dapat meringankan beban ekonomi keluarga.
"Kami bahagia menerima bantuan kebutuhan bahan pokok, sehingga tidak membeli beras selama dua bulan untuk sendiri," katanya.
Baca juga: Pemprov Banten salurkan Rp24,3 miliar bantuan UEP dan jaminan sosial
