Lebak, Banten (ANTARA) - Produksi daging ayam di Kabupaten Lebak, Banten, tercatat sebanyak 6.651 ton atau mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat selama Ramadhan sampai Lebaran 2026.

"Kita menjamin persediaan produksi daging ayam unggas aman dan mencukupi selama Ramadhan dan Lebaran," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak Irvan Pramerta di Lebak, Banten, Rabu.

Produksi daging ayam unggas di Kabupaten Lebak sebanyak 6.651 ton itu sebagian besar dari perusahaan ternak juga peternak rakyat.

Selama ini, Kabupaten Lebak masuk daerah surplus daging ayam unggas, sehingga mampu memasok ke daerah Tangerang, Jakarta dan Bogor.

Baca juga: Pemkab Lebak lakukan perbaikan jalan untuk dukung akses ekonomi

Oleh karena itu, harga daging ayam unggas relatif stabil dengan kisaran Rp38.000-40.000 per kilogram dan juga pendistribusian berjalan lancar baik di tingkat peternak dan pasar.

"Kami memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan harga daging ayam relatif stabil," katanya menjelaskan.

Menurut dia, selain daging ayam unggas, produksi telur juga melimpah hingga mencapai 3.267 ton, sehingga relatif aman dan mencukupi ketersediaan masyarakat selama Ramadhan hingga Lebaran.

Begitu juga harga telur di pasaran relatif stabil dengan kisaran Rp29.000-30.000 per kg.

"Kami memastikan persediaan daging dan telur terpenuhi dan harga terkendali selama Ramadhan hingga Lebaran," katanya menjelaskan.

Baca juga: Ramadhan, omzet pedagang gula aren di Lebak naik dua kali lipat



Pewarta: Mansyur Suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026