Lebak (ANTARA) - Permainan Debus dilakukan Peguron (Perguruan) Komunitas Seni Banjarsari (KSB) meramaikan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-41 Tingkat Kabupaten Lebak, Banten.
"Kita berpartisipasi untuk menghibur masyarakat dalam pembukaan MTQ dengan permainan Debus," kata Ketua KSB Kabupaten Lebak Abudin di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin.
Peguron KSB mengembangkan seni bela diri pencak silat yang hingga kini lestari itu untuk menghibur masyarakat dalam ajang tersebut.
Peguron itu memiliki permainan Debus dengan ketrampilan adu ketangkasan personel dalam melumpuhkan lawan dan kekebalan tubuh dari senjata tajam.
Baca juga: Hari Bhayangkara ke-79, Kapolda Banten atraksi debus
Para pemain Debus tersebut berjumlah tiga pendekar didukung irama kendang, gong, dan terompet yang mengiringi para pesilat memperagakan jurus silat.
Mereka melakukan demonstrasi dengan memotong leher, lidah, dan tangan menggunakan golok dan penyiraman air keras ke tubuh, namun kondisi badan mereka kebal atau tanpa luka.
Selain itu, permainan silat dengan jurus ular ditampilkan seorang pemain, Abah Sakim.
Abah Sakim terlihat menguasai jurus ular, karena ratusan kali digigit ular berbisa jenis ular tanah dan ular kobra, tetapi kebal dari bisa ular mematikan itu.
Baca juga: Kekayaan Intelektual Komunal disebut miliki nilai ekonomi dan branding positif
Peguron KSB telah 21 tahun terakhir memainkan dan mengembangkan permainan Debus, antara lain berkolaborasi dengan tarian pongdut (jaipong dangdut) sehingga penonton tetap terhibur dan tidak terkesan menyeramkan, saat aksi menggunakan senjata tajam.
"Kita selalu berkolaborasi untuk permainan Debus khas Banten untuk menghibur masyarakat," katanya.
Menurut dia, jurus silat di Peguron KSB bagian dari berbagai jurus dikembangkan Persatuan Pencak Silat Indonesia ( PPSI), Persatuan Pendekar Persilatan Seni dan Budaya Banten Indonesia (PPPSBBI), serta Kesenian Tradisional (Kesti) Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH).
Ia mengaku sering kewalahan melayani permintaan bermain Debus guna menghibur masyarakat pada pesta perkawinan, Bulan Haji, dan kegiatan Agustusan.
Baca juga: Pemprov Banten gelar parade budaya di Bandara Soekarno-Hatta
Ia menyebut memiliki sekitar 50 anggota, sedangkan panggilan pentas dengan besar bayaran bervariasi karena tergantung jarak, sedangkan untuk Kabupaten Lebak Rp1,5 juta dan Tangerang Rp5 juta.
"Kita tampil pada pembukaan MTQ dengan iuran anggota untuk menghibur masyarakat," kata Abudin.
Sardi (60), seorang lainnya pemain Debus Peguron KSB mengaku ikut berupaya melestarikan seni bela diri pencak silat ini sebagai penerus orang tua dan buyut yang mewarisi sejak zaman kolonial Belanda.
"Kita mengembangkan seni permainan Debus dari orang tua sejak turun-temurun," katanya.
Acara pembukaan MTQ di daerah setempat juga dihibur dengan atraksi TNI dan Brimob yang secara lengkap dengan personel, alutsista, dan kendaraan taktis.
"Kami berharap pelaksanaan MTQ berjalan lancar dan menghasilkan qari qariah yang berkualitas dan bisa meraih prestasi di tingkat provinsi hingga nasional," kata Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Lebak Alkadri.
Baca juga: Perajin golok Banten, pertahankan bisnis hingga budaya
