Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, menyebutkan persediaan pupuk bersubsidi di daerah itu cukup sehingga petani dapat melakukan percepatan tanam padi guna mendukung program swasembada pangan.
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Minggu , mengatakan, pihaknya menjamin ketersediaan pupuk subsidi cukup untuk memenuhi kebutuhan 150 ribu lebih petani yang tersebar di 28 kecamatan.
Selain itu harga eceran tertinggi (HET) pupuk menurun berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 1117/Kpts/SR.310/M/10/2025.
Baca juga: Alokasi pupuk bersubsidi untuk petani Tangerang 17.240 ton
Saat ini, harga pupuk Urea dijual di kios resmi turun Rp2.250 per kilogram menjadi Rp1.800 per kilogram, atau setara dengan penurunan harga dari Rp112.500 menjadi Rp90.000 per sak.
Selain itu harga pupuk NPK juga turun dari Rp2.300 per kilogram menjadi Rp1.840 per kilogram, atau dari Rp115.000 menjadi Rp92.000 per sak.
Sedangkan, kuota pupuk subsidi tahun 2026 untuk pupuk jenis urea 21.417 ton, NPK 2 1.194 ton sesuai dengan permintaan petani yang tergabung dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
"Kami meyakini persediaan pupuk subsidi itu melimpah untuk indeks pertanaman (IP) padi selama 2,5 musim tanam dalam setahun," katanya.
Baca juga: Komunitas urban farming Lebak produksi pupuk organik hingga perikanan
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan ) Suka Bungah Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Ruhiana mengaku bahwa untuk saat ini persediaan pupuk subsidi dijual di kios resmi melimpah dan tidak ada masalah, sehingga petani merasa tenang untuk bercocok tanam padi.
Begitu pula menurunnya harga pupuk subsidi juga meringankan biaya produksi tanam dari semula Rp10 juta menjadi Rp7 juta per hektare.
"Kita sekarang tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan pasokan pupuk subsidi , karena sepanjang 2025 melimpah dan tidak ada masalah untuk petani di sini," kata Ruhiana.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Blok Sentral Rangkasbitung Kabupaten Lebak Udin mengatakan selama ini persediaan pupuk bersubsidi begitu mudah untuk mendapatkanya di kios - kios resmi juga harga menurun.
"Kebutuhan urea kita sebanyak 200 kilogram per hektare terpenuhi untuk 70 hektare areal persawahan di sini," kata Udin.
Baca juga: Harga pupuk subsidi turun disebut demi produktivitas petani
