Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, mencatat penerimaan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2025 yang ditetapkan pemerintah untuk petani di daerahnya itu mencapai 17.240 ton.
Kepala Bidang (Kabid) Produksi Pangan dan Holtikultura pada DPKP Kabupaten Tangerang, Bambang di Tangerang, Selasa menyampaikan bahwa dari kuota pupuk subsidi dengan total 17.240 ton ini terdiri atas 10.616 ton pupuk urea dan 6.624 pupuk jenis NPK.
"Angkanya yaitu 10.616 ton untuk pupuk urea. Sedangkan untuk pupuk NPK Kabupaten Tangerang mendapatkan 6.624 ton," ungkapnya.
Baca juga: Harga pupuk subsidi turun disebut demi produktivitas petani
Ia mengatakan, alokasi pupuk subsidi dari pemerintah ini disiapkan untuk mencakupi kebutuhan para petani yang masuk ke dalam kelompok petani daerah Kabupaten Tangerang.
"Semua petani yang mau masuk ke dalam subsidi pupuk, mereka nanti akan diberi harga murah, nantinya yang bayar subsidi-nya adalah pemerintah," ujarnya.
Petani yang tidak masuk dalam kelompok tani, maka tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi jenis apapun baik urea, NPK dan sejenisnya. Sebab, mereka tidak terdaftar dalam penerima subsidi pemerintah.
Baca juga: Komunitas urban farming Lebak produksi pupuk organik hingga perikanan
Dalam hal ini, selain menyediakan pupuk bersubsidi. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengalokasikan bantuan berupa bibit/benih bagi para petani di wilayahnya tersebut.
Dimana, para petani yang mengalami gagal panen atau puso akibat bencana alam seperti banjir serta kekeringan atas kemarau berkepanjangan. Maka, pihaknya akan menyalurkan bantuan benih sebagai pengganti kerugian.
"Kita kan memberikan bantuan (benih). Karena benih itu jadi pengganti kerugian petani. Kita ada UPT untuk mempersiapkan alokasi benihnya," kata dia.
Baca juga: Inovasi pupuk binaan Polres Serang tampil di pameran nasional
Alokasi pupuk bersubsidi untuk petani Tangerang 17.240 ton
Selasa, 9 Desember 2025 19:42 WIB
Ilustrasi - Tanaman padi siap panen hasil masa tanam petani Kabupaten Tangerang, Banten. (ANTARA/Azmi Samsul M)
