Tangerang Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengecam atas adanya dugaan aksi pembakaran ilegal terhadap sampah liar yang dibuang di kawasan Kampung Maruga, Ciputat.
"Pemkot Tangerang Selatan tidak akan mentolerir segala bentuk pembakaran terbuka yang diduga dilakukan secara sengaja," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiakominfo) Kota Tangerang Selatan, Tb Asep Nurdin di Tangerang, Rabu.
Ia mengatakan, bila benar adanya kesengajaan dalam aksi pembakaran sampah di daerahnya itu, maka pihaknya akan menindak lanjutnya secara hukum sesuai undang-undang berlaku.
"Jika ditemukan unsur kesengajaan, kami pastikan akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk dilakukan penyelidikan dan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku," ungkapnya.
Baca juga: Timbunan sampah kembali penuhi bahu jalan di Tangerang Selatan
Ia menyatakan, untuk memastikan itu pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan dan penggalian informasi atas terjadinya kebakaran sampah liar di wilayah Ciputat tersebut.
"Informasi dari warga terkait adanya aktivitas pembakaran di lahan kosong langsung kami tindaklanjuti," paparnya.
Menurut dia, atas aksi pembakaran sampah ini dinilai membahayakan keselamatan warga, merusak lingkungan, dan memperparah kondisi penanganan sampah.
Kendati demikian, Pemkot Tangsel menegaskan siapa untuk menindak tegas terhadap pelaku pembakaran sampah tersebut.
"Kalau pun yang terbukti melakukan pembakaran akan ditindak tegas. Pemerintah hadir untuk melindungi warga dan tidak akan membiarkan pelanggaran hukum terjadi," kata dia.
Baca juga: Timbulkan mau menyengat, warga Taktakan Serang tolak sampah Tangsel
Sebelumnya, tumpukan sampah liar yang ada di kawasan Kampung Maruga, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, tepatnya seberang pusat pemerintahan kota (Puspemkot) setempat diduga dibakar oleh orang tidak bertanggung jawab.
Kendati demikian, dengan terbakarnya sampah liar tersebut Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel langsung mengerahkan personel dan unit pemadam untuk menanganinya.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel, Omay Komarudin di Tangerang, Rabu menjelaskan, kejadian kebakaran tersebut baru dilaporkan dan diterima pihaknya, sehingga tiga unit mobil pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.
Menurutnya, atas adanya kebakaran sampah ini langsung dikoordinasikan dengan dinas bina marga untuk mengirim alat berat seperti ekskavator. Ini difungsikan untuk mengangkat material di bawah urugan sampah yang terbakar.
"Material yang terbakar ini ada pengurukan, akan tetapi di bawah puing-puing ada sampah," kata dia.
Baca juga: DLH Kota Serang hentikan sementara kiriman sampah dari Kota Tangsel
