Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, memproyeksikan enam komponen penting untuk menciptakan solusi atas persoalan peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di daerah itu.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid di Tangerang, Rabu, mengatakan realisasi enam komponen penting sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan itu, melalui gerakan program Gebrak Posyandu di setiap desa di wilayah tersebut.
"Jadi ini dilaksanakan secara rutin setiap bulan di posyandu. Terus juga, nanti posyandu itu bukan hanya melaksanakan kegiatan kesehatan saja, ada kegiatan lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Puluhan warga di Carenang Tangerang terdampak bencana longsor
Ia mengungkapkan enam komponen yang akan dilaksanakan melalui Gebrak Posyandu ini, di antaranya peningkatan kesehatan, pendidikan, kelayakan perumahan rakyat, bedah rumah, peningkatan kualitas pemukiman, perlindungan masyarakat, dan kesejahteraan sosial.
Dia menjelaskan enam komponen ini akan dilaksanakan oleh seluruh satuan tugas (satgas) yang dibentuk di setiap posyandu kecamatan, desa, dan kelurahan di Kabupaten Tangerang.
"Nanti posyandu itu bukan hanya melaksanakan kegiatan kesehatan saja, ada kegiatan lainnya. Sesuai Permendagri 13 tahun 2024," ujarnya.
Untuk memastikan seluruh komponen bisa berjalan sesuai rencana, katanya, program Gebrak Posyandu akan dilakukan secara dari rumah ke rumah.
Hal itu, katanya, mempermudah masyarakat mengakses seluruh layanan agar peningkatan kesejahteraan dan kesehatan mereka terpenuhi.
"Tadi saya sampaikan, untuk imunisasinya, untuk makan tambahannya, untuk cek kesehatan gratis. Ibu hamilnya, semua di periksa di sini dalam rangka kita membantu, memfasilitasi, supaya masyarakat sehat," kata dia.
Baca juga: Pemkab Tangerang minta perusahaan sepakati kenaikan UMK 2026
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan selain melaksanakan enam komponen prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pihaknya kini sedang meneruskan intervensi dalam menekan angka stunting.
Pemerintah daerah akan melakukan pemberian makanan tambahan (PMT) terhadap ibu hamil dan balita di wilayah tersebut.
"PMT pemulihan itu begitu balita berat badannya turun, atau ada ke arah-arah stunting atau ke arah gizi buruk, maka kita akan berikan PMT pemulihan," ucapnya.
Penyiapan makanan tambahan tersebut direalisasikan melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dengan kuota 12 ribu balita dan lima ribu ibu hamil.
"Terhadap balita lebih kurang 12 ribuan balita, kemudian juga terhadap ibu hamilnya lebih kurang lima ribuan yang kita siapkan dalam setahun ini untuk PMT balita dan ibu hamilnya yang bermasalah," kata dia.
Baca juga: Catat, dukungan emosional orang tua jadi penyemangat anak belajar
