Tangerang (ANTARA) - Perbankan memperkuat strategi mitigasi risiko untuk mencegah kredit macet hingga gagal bayar pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui pendalaman analisis calon debitur di tengah tantangan ekonomi yang sempat menekan daya beli masyarakat pada tahun lalu.
“Strategi utama kami adalah memperdalam analisa pembeli sehingga potensi risiko bisa diminimalkan. Mitigasi kredit bermasalah menjadi fokus utama agar kualitas pembiayaan tetap terjaga,” kata Senior Vice President Consumer Credit BCA Melani Megawati ditemui dalam acara pembukaan BCA Expoversary di ICE BSD Tangerang, Kamis.
Ia mengatakan kondisi ekonomi pada 2025 sempat memengaruhi minat masyarakat membeli rumah. Salah satu faktor yang berdampak signifikan adalah kondisi ketenagakerjaan yang memicu meningkatnya risiko kredit bermasalah akibat pekerjaan
“Memang tahun lalu banyak tantangan karena kondisi ekonomi, termasuk faktor tenaga kerja yang berdampak pada kemampuan masyarakat membeli rumah. Hal itu juga berpengaruh terhadap risiko kredit bermasalah,” ujar Melani.
Baca juga: BCA targetkan KPR baru 2026 di atas Rp40,3 triliun
Meski menghadapi berbagai tantangan, BCA mencatat portofolio kredit pemilikan rumah di tahun 2025 tetap tumbuh positif dan mencapai target.
Memasuki 2026, BCA melihat permintaan KPR masih menunjukkan tren stabil pada awal tahun. Optimisme ini didukung sejumlah kebijakan pemerintah, salah satunya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang dinilai mampu mendorong minat masyarakat membeli hunian.
Selain itu, pembangunan infrastruktur seperti jalan tol baru dan pengembangan MRT turut meningkatkan daya tarik kawasan hunian baru.
Kehadiran akses transportasi dan konektivitas yang semakin baik dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan penjualan properti. "BCA juga terus memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," ujarnya.
Baca juga: Menteri PKP tegaskan penataan kawasan kumuh tanpa relokasi warga
Direktur BCA Haryanto Budiman mengatakan pihaknya menargetkan ajang BCA Expoversary 2026 menjadi momentum untuk peningkatan kredit pemilikan rumah (KPR) baru dibandingkan tahun lalu sebesar Rp40,3 triliun.
"Kita maksimalkan ajang BCA Expoversary ini untuk meningkatkan transaksi KPR baru. Tahun lalu kita catat sebesar Rp40,3 triliun," katanya.
Ia mengatakan peningkatan kredit hunian akan memberikan dampak yang luas pada ekonomi nasional karena banyak material yang dibutuhkan seperti pasir, semen, batu hingga tenaga kerja.
Maka itu sebagai bentuk komitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, BCA Expoversary 2026 melibatkan lebih dari 29 developer (offline) dan lebih dari 150 developer online dengan lebih dari 360 proyek serta lebih dari 115 kantor agen properti secara online dengan lebih dari 6.500 properti terdaftar.
"Apalagi pemerintah juga memberikan dukungan dengan berbagai program seperti PPN-DTP dan lainnya. Bahkan BCA menyediakan program Fix berjenjang untuk gen Z dengan cicilan selama 10 hingga 15 tahun," ujarnya.
Baca juga: Presiden Prabowo saksikan akad massal 50.030 KPR di Serang
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026