Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan atau IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa program pembangunan kampung nelayan di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, membantu meningkatkan produktivitas dan pendapatan para nelayan di daerah itu.
"Mudah-mudahan kolaborasi antara pemerintah dengan lembaga dan semua kalangan masyarakat (membangun hunian) bisa untuk menyejahterakan nelayan. Selain itu bisa kita perkuat dari waktu ke waktu," ucap Menko AHY usai meninjau langsung progres pembangunan hunian di Kampung Nelayan di Tangerang, Kamis.
Ia mengatakan, program strategis pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini telah berhasil terwujud atas kolaborasi antara pihak-pihak terkait. Dimana, kawasan nelayan yang sebelumnya belum tertata kemudian kini menjadi sebuah permukiman aman, sehat, resik (bersih), dan juga Indah.
"Dan ini adalah sebuah projek kolaborasi. Sesuai dengan visi misi dan direktif Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami tentunya berupaya untuk mendorong sekaligus memastikan kualitas kehidupan masyarakat, termasuk para nelayan kita, semakin baik dari hari ke hari," paparnya.
Baca juga: Tahun kuda api diharapkan bawa semangat pantang menyerah
Ia menjelaskan, di areal kurang lebih seluas 1,3 hektare ini dibangun sebuah permukiman sebanyak 110 unit hunian dengan sekala luasan tanahnya 60 meter persegi dan bangunan ukuran 30 meter persegi ini menjadikan lebih berkualitas yang layak hingga sehat.
Selain itu, dalam program pengembangan pembangunan tersebut juga akan didukung oleh sejumlah fasilitas bagi para nelayan seperti sanitasi, puskesmas, sekolah, pabrik es hingga tanggul sebagai perlindungan dari abrasi laut.
"Jadi hasil kolaborasi ini biasa menggelontorkan kurang lebih Rp5,5 miliar untuk perbaikan dan pembangunan 110 rumah. Kurang lebih itu luas tanahnya 60 meter persegi dan bangunannya 30 meter persegi," tuturnya.
Baca juga: Pelajar asal Tangerang ciptakan alat deteksi gizi MBG berbasis AI
Dalam hal ini, kata AHY, para nelayan mendapatkan masing-masing hunian melalui lembaga koperasi yang dapat meringankan mereka. Sebab, setiap unit bisa dicicil dengan kurun waktu seminggu Rp140.000 Jadi tenornya kurang lebih empat tahun ke depan.
"Jadi ini adalah sesuatu yang ringan dan semakin terjangkau bagi masyarakat yang ada di sini. Sebagian sudah menambah sendiri jumlah kamarnya, termasuk memperluas dapur," ungkapnya.
Dia mengungkapkan, untuk kedepannya pemerintah berkomitmen akan terus mendukung untuk percepatan penyelesaian program strategis tersebut, baik itu dalam penyelesaian status tanah hingga sejumlah fasilitas pendukung lainnya yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
"Jadi ke depan, kami tentunya sangat mengapresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pak Wamen, yang terus mengawal transformasi pembangunan Kampung Nelayan yang menjadi program prioritas Bapak Presiden, Kampung Nelayan Merah Putih, termasuk yang ada di sini," kata dia.
Baca juga: Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Tangerang masih lengkapi administrasi
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arifEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026