Yang lebih penting adalah semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri dan memberikan rasa aman kepada masyarakat Cilegon

Kota Cilegon (ANTARA) - Ketua SP KEP SPSI Cilegon Imam Baihaqi mengapresiasi keberhasilan Polda Banten bersama Polres Cilegon dalam mengungkap kasus pembunuhan anak politisi PKS di Cilegon. 

Menurut Imam, kasus tersebut menjadi perhatian dan viral di kalangan publik khususnya masyarakat Cilegon. 

Imam menilai, keberhasilan aparat dalam mengungkap kasus tersebut selain menjawab pertanyaan penyebab kematian anak politisi PKS.

Pengungkapan kasus tersebut juga menjawab asumsi liar yang beredar di masyarakat selama ini.

"Yang lebih penting adalah semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri dan memberikan rasa aman kepada masyarakat Cilegon," katanya.

Baca juga: Polda Banten pastikan tersangka pembunuhan anak di Cilegon ditangkap

Imam percaya bahwa Polda Banten dan Polres Cilegon telah bekerja profesional dalam kasus tersebut.

Meski memang membutuhkan waktu sampai terungkapnya kasus tersebut, kata dia, namun kegigihan petugas Polri patut diapresiasi. 

"Saya yakin pengungkapan tersebut tidak mudah karena ada beberapa kendala, namun karena keseriusan, kegigihan dan profesionalisme polri alhamdulillah dapat terungkap," ungkapnya.

Imam mengajak masyarakat Cilegon untuk senantiasa sinergi dengan kepolisian dalam mewujudkan kamtibmas di wilayah Cilegon.

Khususnya dalam rangka membangun budaya peduli dan kesadaran untuk saling menjaga keamanan lingkungan. 

"Karena kamtibmas merupakan tanggungjawab bersama kita semua," jelasnya.

Baca juga: Pembunuhan anak di Cilegon dipicu utang rugi aset kripto

Sementara, Afif Johan selaku Wakil Ketua Lembaga Kerjasama Tripartit Nasional yang juga merupakan Ketua Pimpinan Daerah SP KEP SPSI Provinsi Banten juga menyampaikan hal senada dengan Imam.

Ia turut mengapresiasi kinerja Polda Banten dan Polres Cilegon dalam pengungkapan kasus tersebut. 

Afif percaya Polda Banten dan jajaran khususnya Direskrimum Polda Banten sangat komitmen memberantas kejahatan di wilayah hukum Polda Banten. 

Menurut Afif ada point penting dalam kasus ini, dalam hal ini Afif lebih menyoroti motif utama terjadinya peristiwa tersebut. 

"Berdasarkan keterangan Kombes Pol Dian Setyawan bahwa terduga pelaku melakukan aksinya karena motif ekonomi yang berawal dari main kripto dan mengalami kerugian sehingga terduga pelaku terjerat hutang besar," katanya.

Baca juga: DNA darah jadi kunci penyidikan kasus pembunuhan anak di Cilegon

Menurutnya, pada era digitalisasi sekarang ini, kripto, pinjaman online maupun judi online juga sudah merambah ke kaum pekerja. 

Oleh karenanya Afif mengimbau kepada stakeholder terkait baik pemerintah, pengusaha atau organisasi pengusaha dan serikat pekerja untuk memberikan edukasi dan sosialisasi terkait dengan bahaya pinjol (pinjaman online ilegal) dan judol (judi online).

Pasalnya, pelaku yang diketahui berinisial HA (31) tega membunuh bocah yang masih duduk di kelas IV SD, di sebuah rumah mewah di kawasan Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) 3, Kota Cilegon, pada Selasa (16/12/2025), diduga tega melakukan aksi kejinya lantaran terjerat hutang pada bank konvensional, koperasi dan aplikasi pinjaman online akibat kalah bermain kripto.

"Itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko keuangan, psikologis, dan sosial penyalahgunaan data pribadi, hingga kerugian fatal yang dapat berujung pada kecanduan dan kejahatan," ungkapnya.

Afif menilai, pemberian edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat pada era digitalisasi saat ini belum terlihat dan tidak sebanding dengan laju kemajuan teknologi dan digitalisasi, sehingga masyarakat terkesan otodidak mengikuti perkembangan teknologi dan digitalisasi. 

Ia mengakui bahwa sudah ada beberapa laporan kasus pinjol dan judol di kalangan pekerja yang ia terima dan di antaranya salah satu penyebabnya kurangnya pengetahuan.

Baca juga: Utang kripto dan keputusasaan di balik tragedi pembunuhan anak di Cilegon



Pewarta: Susmiatun Hayati
Uploader : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026