Lebak (ANTARA) - Relawan taruna siaga bencana (Tagana) Kabupaten Lebak, Banten menyalurkan bantuan logistik untuk masyarakat yang terdampak korban pergerakan tanah akibat hujan lebat yang terjadi tiga hari lalu di daerah itu.
"Kita berharap bantuan logistik itu dapat meringankan beban ekonomi masyarakat setempat," kata Ketua Tagana Kabupaten Lebak Iwan Hermansyah di Lebak, Jumat.
Masyarakat korban pergerakan tanah tersebut di Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, dan Kampung Kebon Kalapa, Desa Sukadaya, Kecamatan Warunggunung dan Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak.
Baca juga: Pergerakan tanah di Pagelaran Cianjur, 85 rumah rusak
Relawan Tagana menyalurkan bantuan logistik berupa beras, paket sembilan bahan pokok (sembako).
Selain itu, juga selimut, kasur, perlengkapan mandi, makanan siap saji, dan perlengkapan bayi.
Penyaluran bantuan itu berkolaborasi dan kerja sama dengan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak.
"Kami terus melakukan pemantauan, karena khawatir korban pergerakan tanah menimbulkan kerawanan pangan. Jika rawan pangan, dipastikan akan mendirikan dapur umum," katanya.
Baca juga: Pergerakan tanah, jalan alternatif di Tangerang amblas 30 meter
Menurut dia, jumlah warga yang terdampak pergerakan tanah di Kecamatan Warunggunung dan Cikulur tercatat 8 rumah atau 10 kepala keluarga.
Namun, dari 8 rumah tersebut yang kondisinya parah atau rusak berat sebanyak satu unit rumah.
"Kami berharap kondisi rumah yang mengalami rusak berat bisa dilakukan perbaikan," katanya.
Sementara itu, Nurdin, warga korban pergerakan tanah mengaku bersyukur adanya bantuan logistik dari pemerintah daerah maupun relawan untuk meringankan beban ekonomi.
"Kami senang adanya bantuan logistik, sehingga bisa memenuhi ketersediaan pangan keluarga beberapa hari ke depan," katanya.
Baca juga: 261 jiwa korban pergerakan tanah di Lebak masih mengungsi
