Lebak (ANTARA) - Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana alam akibat peningkatan curah hujan tinggi dengan intensitas sedang dan lebat disertai angin kencang serta petir/kilat.
"Kita siaga dan waspada bencana alam, karena beberapa hari kedepan curah hujan cukup tinggi," kata Ketua Tagana Kabupaten Lebak Iwan Hermawan dalam keterangannya di Lebak, Minggu.
Baca juga: Hadapi bencana hidrometeorologi, Polda Banten perkuat kesiapsiagaan
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa November 2025 sampai Februari 2026 sebagai puncak hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir.
Kondisi demikian, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan potensi bencana alam, seperti banjir, longsor, pergerakan tanah, pohon tumbang, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Tagana Kabupaten Lebak menginstruksikan kepada seluruh relawan di 28 kecamatan agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan untuk mengurangi risiko kebencanaan.
Saat ini, kata dia, pihaknya menyiapkan anggota Tagana sebanyak 223 orang dan terbagi di Posko Rangkasbitung serta Posko Lebak Selatan.
"Kita memberlakukan piket di posko siaga selama 24 jam dengan melibatkan relawan secara bergantian," katanya.
Baca juga: Kota Tangerang rumuskan pembentukan FPRB bangun kota tangguh bencana
Iwan mengaku kesiapsiagaan di posko tersebut untuk melayani masyarakat jika terjadi bencana alam, maka relawan langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan evakuasi pertolongan dan penyelamatan.
Selain itu, para relawan di bawah naungan Dinas Sosial Kabupaten Lebak berkoordinasi bersama instansi terkait, untuk penanganan setelah bencana dengan memberikan pelayanan dasar terhadap warga yang terdampak.
Pelayanan dasar tersebut berupa pemenuhan konsumsi makanan dengan membuka posko dapur umum.
Selain itu, warga korban bencana alam dapat tinggal di tenda pengungsian, sehingga mereka lebih nyaman dan aman.
"Kami mengutamakan penyelamatan warga korban bencana alam dengan memberikan pelayanan dasar agar mereka tidak mengalami kerawanan pangan," katanya.
Baca juga: Polres Serang siapkan mitigasi tanggap darurat bencana hidrometeorologi
Iwan mengatakan pihaknya menyiapkan peralatan evakuasi, seperti perahu karet, pelampung, mobil rescue, serta kendaraan dapur, tenda pengungsian, dan kebutuhan logistik.
Begitu juga menghadapi cuaca buruk, pihaknya menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah hingga pihak terkait dan elemen masyarakat.
"Kami berharap cuaca ekstrem itu tidak menimbulkan bencana alam," ujar Iwan.
Baca juga: Satu keluarga tertimbun longsor di Depok Trenggalek, empat meninggal
