Lebak (ANTARA) - Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten siaga menghadapi puncak cuaca ekstrem yang ditandai curah hujan tinggi disertai angin kencang dan sambaran petir/kilat.
"Kami juga siaga selama 24 jam dengan memberlakukan piket untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat menyusul cuaca ekstrem," kata Wakil Ketua Tagana Kabupaten Lebak Edi Junaedi di Lebak, Selasa.
Relawan Tagana Kabupaten Lebak hingga kini memberlakukan siaga menghadapi cuaca ekstrem guna mengurangi risiko kebencanaan.
Relawan Tagana sebanyak 224 orang dengan memberlakukan piket secara bergiliran di posko siaga, terlebih curah hujan beberapa hari ke depan cenderung meningkat.
Baca juga: Relawan Tagana Lebak minta warga waspada dampak curah hujan tinggi
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) bahwa curah hujan masih tinggi di bulan Juli 2025.
Oleh karena itu, relawan Tagana Kabupaten Lebak minta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam agar meningkatkan kewaspadaan, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Sebab, cuaca ekstrem bisa menimbulkan bencana alam, seperti banjir, angin puting beliung, longsor, pergerakan tanah hingga gelombang tinggi.
Peluang cuaca ekstrem itu berpotensi terjadi sore hingga malam hari terjadi di wilayah selatan Kabupaten Lebak.
"Kami sudah menyiagakan relawan dan ketersediaan logistik, termasuk kendaraan dapur umum," katanya menjelaskan.
Baca juga: Relawan Tagana minta warga Lebak waspadai bencana banjir dan longsor
Ia mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk BPBD untuk penanggulangan pascabencana agar para korban bisa terlayani untuk kebutuhan pelayanan dasar.
Oleh karena itu, pihaknya menyediakan peralatan evakuasi seperti perahu karet, pelampung serta mobil rescue, kendaraan dapur, tenda pengungsian dan kebutuhan logistik.
"Kami bergerak cepat setelah menerima adanya bencana alam untuk melakukan pertolongan dan evakuasi," katanya.
Sementara itu, sejumlah warga yang tinggal di daerah rawan bencana mengakui bahwa mereka terus meningkatkan kewaspadaan banjir, sebab pekan lalu kondisi rumahnya tergenang air setinggi 30 centimeter akibat cuaca ekstrem.
"Kami merasa senang adanya relawan Tagana, karena mereka cukup membantu masyarakat jika terjadi bencana alam," kata Siti Nisa (40) warga Komdik Rangkasbitung Kabupaten Lebak.
Baca juga: Hari Bhayangkara, cuaca sebagian besar Indonesia berpotensi hujan ringan
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026