Serang (ANTARA) - Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Banten melakukan audiensi dengan Gubernur Banten Andra Soni untuk memperkuat sinergi lintas sektor, terutama dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga toleransi.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Kamis ini menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai motor perubahan dan mitra strategis pemerintah.
Gubernur Andra Soni di Kota Serang menyebut Pemuda Katolik sebagai kelompok yang memiliki kapasitas dan energi besar untuk berperan dalam percepatan pembangunan di Banten.
“Pemuda memiliki energi besar dan peran strategis dalam mendorong percepatan pembangunan. Kami menyambut baik gagasan-gagasan yang disampaikan Pemuda Katolik hari ini,” ujarnya.
Baca juga: Pemprov Banten sebut keterbukaan informasi publik fondasi transparansi
Ia menegaskan bahwa pembangunan Banten tidak bisa dijalankan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan lintas iman.
Pemerintah provinsi kini fokus memperkuat ruang dialog, literasi digital, serta kolaborasi sosial yang membuka peluang bagi pemuda untuk terlibat dalam isu toleransi dan keharmonisan masyarakat.
“Banten akan maju lebih cepat jika semua pihak bergerak bersama. Pemerintah menyediakan arah dan kebijakan, namun partisipasi pemuda menjadi motor penting di lapangan,” katanya.
Baca juga: Pemprov Banten dukung percepatan penataan koridor ekonomi Kota Serang
Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan tindak lanjut dari dialog nasional dengan Presiden RI pada 2 September 2025.
Ia mengatakan Pemuda Katolik berkomitmen memperluas kolaborasi untuk menjaga persatuan serta mendukung program strategis daerah.
“Kami berdiskusi panjang mengenai kolaborasi pemuda khususnya dalam mendukung percepatan program-program strategis daerah,” ujar Gusma.
Menurutnya, penguatan komunikasi dengan kepala daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama menjadi bagian dari strategi memperkuat peran Pemuda Katolik sebagai organisasi kebangsaan yang berorientasi pada karya nyata.
Gusma menilai kepemimpinan Andra Soni relevan dengan semangat perubahan dan keterlibatan pemuda.
“Kami mengundang Pak Gubernur karena beliau kami anggap sebagai salah satu kepala daerah yang memiliki daya juang tinggi, akseleratif, penuh inovasi, dan sering turun langsung ke lapangan. Ini inspirasi bagi kami para pemuda,” tutupnya.
Baca juga: Pemprov Banten percepat perbaikan standar teknis program MBG
Sementara itu, Ketua Pemuda Katolik Komda Banten Ignatius Arie Titahelu menyampaikan bahwa organisasinya siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
Ia menjelaskan visi Pemuda Katolik sebagai organisasi basis yang mandiri, kontekstual, dan berdaya saing, serta menekankan pentingnya penguatan kader, distribusi kepemimpinan, dan jaringan lintas sektor untuk mendukung pembangunan.
“Ada banyak ruang kolaborasi yang dapat kami lakukan bersama pemerintah daerah, terutama untuk menjadikan Banten lebih toleran dan maju,” katanya.
Arie menegaskan bahwa organisasi kepemudaan kini bergerak dengan paradigma baru, tidak berorientasi pada pengambilan anggaran pemerintah, melainkan pada kontribusi nyata sebagai mitra strategis.
“Fokus kami adalah mengawal, mendukung, dan bermitra dengan pemerintah untuk mensukseskan program-program pembangunan melalui kolaborasi. Kami ingin hadir sebagai bagian dari solusi,” tegasnya.
Dalam audiensi ini, Pemuda Katolik Banten juga secara resmi mengundang Gubernur Andra Soni untuk menghadiri Pelantikan Pengurus Komda Banten pada 24 Januari 2026.
Pertemuan turut dihadiri jajaran Pengurus Pusat Pemuda Katolik dan pengurus Komda Banten sebagai bagian dari agenda memperkuat komunikasi strategis organisasi dengan Pemerintah Provinsi Banten.
Baca juga: Pemprov Banten dukung percepatan Untirta atasi kekurangan nakes
