Tangerang (ANTARA) - Program lokapasar daerah berbasis digital memiliki dampak pada pembangunan ekosistem pengadaan yang transparan, akuntabel, inklusif, dan berpihak pada pelaku usaha lokal, khususnya UMKM.
VP of Mbizmarket Ade Kurniawan mengatakan salah satunya program yang dijalankan adalah Si-Muli (Sistem Informasi Market Ulun Lampung Asli) yang dirancang untuk memastikan seluruh proses pengadaan berjalan lebih tertib, transparan, dan mudah diakses oleh penyedia, khususnya UMKM.
“Melalui Si-Muli, kami memastikan proses pengadaan pemerintah berjalan dalam satu ekosistem digital yang utuh, mulai dari pemesanan, persetujuan, hingga pembayaran. Seluruh transaksi tercatat secara digital dan memberikan kepastian pembayaran bagi penyedia, sehingga UMKM dapat berpartisipasi dengan lebih percaya diri," kata Ade dalam keterangannya di Tangerang,
Baca juga: 75 motif Batik Banten diperkenalkan di HPN 2026
Sesuai dengan regulasi LKPP RI, setiap transaksi pengadaan dengan nilai Rp50 juta ke atas wajib dilakukan melalui proses negosiasi, yang dapat dilaksanakan langsung di dalam platform Si-Muli dan seluruh prosesnya terekam secara digital, sehingga menjamin transparansi dan akuntabilitas
Ekosistem pengadaan digital ini juga didukung oleh pembayaran online yang bekerja sama dengan BPD Lampung dan Finnet Telkom menggunakan Kode Billing, sehingga pembayaran dapat diterima oleh penyedia UMKM paling lambat H+3 setelah Berita Acara Serah Terima (BAST) dibuat.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama menambahkan program Si-Muli merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan tata kelola belanja pemerintah yang lebih modern dan berintegritas, sekaligus memperluas akses pelaku usaha lokal terhadap belanja pemerintah daerah.
Baca juga: DPRD Kota Tangerang: Pembinaan industri ekonomi kreatif tingkatkan PAD
“SIMULI bukan sekadar sebuah sistem, melainkan ekosistem digital yang mengintegrasikan pemasaran dan inovasi, agar produk lokal Lampung Selatan tidak lagi dipandang sebelah mata dan dapat dikelola secara profesional dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah," kata dia.
Direktur Utama Perseroda Lampung Selatan Maju, Baiquini Aka Sanjaya menyampaikan bahwa pengembangan Si-Muli tidak terlepas dari komitmen untuk memperkuat tata kelola pengadaan yang bersih dan transparan.
“Melalui Si-Muli, Perseroda mendorong belanja pemerintah yang lebih transparan, terdokumentasi, dan mudah diawasi, sejalan dengan rekomendasi pemanfaatan e-commerce dalam pengadaan barang dan jasa," katanya.
Baca juga: HPN 2026 di Banten tingkatkan pariwisata dan citra daerah
