Tangerang (ANTARA) - Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) kembali melepas dan memberangkatkan sebanyak 29 orang pekerja migran Indonesia (PMI) ke Jerman di tahun 2026 dalam program lanjutan pemerintah (G to G) untuk sektor tenaga perawat dan kesehatan (nakes).
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani saat menghadiri pelepasan PMI di Bandara Soekatno-Hatta (Soetta), Tangerang, Kamis, mengatakan dari puluhan tenaga kesehatan ini mereka yang mendaftar dalam program G to G Jerman dan lolos seleksi hingga mencapai tahap penempatan kerja.
"Mereka belajar bahasa Jerman sudah cukup lama ya, hingga bisa menguasai dan lulus ujian, kemudian bisa berangkat. Tentunya mereka ini memiliki latar belakang keperawatan. Jadi, macam-macam, ada yang dari Universitas, Poltekkes, STIKes, dan Akademi Keperawatan," ujarnya.
Baca juga: KP2MI monitoring pekerja Indonesia terdampak konflik di Timteng
Ia mengatakan ke-29 PMI yang diberangkatkan ke Jerman ini berasal dari beberapa daerah di Indonesia, di antaranya Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan sebagainya.
"Harapan kami, mereka akan menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menimba ilmu, untuk belajar lagi, karena mereka nanti melakukan penyetaraan agar ijazahnya bisa disetarakan di sana," paparnya.
Dia mengatakan perawat Indonesia ini nantinya ditempatkan di sejumlah fasilitas kesehatan di Jerman, seperti di Klinikum Wolfsburg, Seniorentzentrum Sonnhalden Neuenburg, Haus Maihalden Pforzheim, dan Seniorenwohnen Neu-Ulm Ludwigsfeld.
Dengan adanya penempatan kerja di sektor keperawatan ini diharapkan dapat menjaga profesionalisme, mengelola keuangan dengan bijak, serta menjaga nama baik Indonesia selama bekerja di Jerman.
"Kami juga bangga, dan Kementerian P2MI punya komitmen untuk membuka lebih banyak lagi peluang kerja di negara-negara yang baik ya, yang memiliki perlindungan yang optimal bagi pekerja migran Indonesia," ujarnya.
Baca juga: Pemkab belum terima aduan PMI Tangerang terjebak konflik Timteng
Dalam kesempatan itu, Christina menambahkan melalui program G to G Jerman yang dimulai sejak tahun 2023, sebanyak 423 warga Indonesia dengan profesi tenaga kesehatan bekerja di negara tersebut.
Oleh karenanya, ke depan Kementerian P2MI akan terus mendorong pendekatan extended global skill partnership lewat harmonisasi kurikulum dan penguatan Bahasa Jerman sejak masa pendidikan agar kelak penerimaan tenaga kerja Indonesia semakin berkualitas dan meningkat.
"Ke depannya pasti akan lebih banyak lagi yang bisa dibuka ya, karena di luar negeri itu ada yang namanya fenomena aging population, dimana masyarakatnya menua, tapi tingkat kelahirannya rendah, jadi ada gap untuk tenaga kerja," kata dia.
Baca juga: Disnaker telusuri keberadaan agen pengirim PMI ilegal asal Tangerang
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arifEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026