Serang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten memperkuat pengamanan pasokan dan stabilitas harga pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui sinergi lintas instansi dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Memasuki Ramadhan dan Idul Fitri, kami memperkuat kolaborasi semua pihak untuk menjaga inflasi. Sepanjang 2025 inflasi Banten terjaga dengan baik, bahkan berada di bawah rata-rata nasional. Di awal tahun ini juga masih dalam rentang sasaran pemerintah,” ujar Andra Soni usai memimpin High Level Meeting TPID di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Rabu.
Ia menekankan pengendalian inflasi harus diiringi jaminan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi komoditas strategis di seluruh wilayah.
“Menjadi tugas kita memastikan ketersediaan pasokan pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri terjaga. Distribusi harus lancar dan stok tersedia,” katanya.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Pemkot Serang subsidi kebutuhan pokok warga
Pemprov Banten bersama TPID menyiapkan langkah konkret berupa pasar murah, operasi pasar, serta penguatan distribusi melalui kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, BUMD pangan, pelaku usaha, dan instansi vertikal. Gubernur juga akan melakukan inspeksi mendadak ke pasar untuk memastikan kondisi harga dan pasokan di lapangan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Ameriza M Moesa menjelaskan, periode Ramadhan dan Idul Fitri secara historis diikuti peningkatan tekanan harga akibat lonjakan permintaan. Komoditas yang konsisten menyumbang inflasi antara lain bawang merah, bawang putih, cabai, daging unggas, angkutan antarkota, serta emas perhiasan.
Dari sisi ketersediaan, neraca pangan Banten 2026 diproyeksikan surplus beras sekitar 58.000 ton, dengan puncak panen Februari–Maret bertepatan dengan periode hari besar keagamaan nasional.
“Struktur wilayah Banten yang terdiri atas daerah produksi dan daerah konsumsi juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengendalian inflasi. Wilayah seperti Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Cilegon merupakan daerah konsumsi utama, sedangkan sentra produksi berada di Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak, dan Kabupaten Tangerang,” ujar Ameriza.
BI dan TPID memperkuat strategi pengendalian inflasi berbasis kerangka 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif melalui intensifikasi operasi pasar, pemantauan harga bersama Satgas Pangan, serta penguatan stok dan distribusi.
Baca juga: Pemkab Tangerang batasi jam operasional tempat usaha saat Ramadhan
