Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menegaskan serangkaian upaya perkuatan koordinasi untuk memastikan percepatan seluruh standar teknis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terpenuhi di lapangan.
Gubernur Banten Andra Soni menempatkan koordinasi sebagai strategi utama agar seluruh hambatan teknis dapat diselesaikan secara sistematis bersama Badan Gizi Nasional (BGN).
Andra dalam keterangannya di Kota Serang, Selasa, menekankan penguatan koordinasi bukan sekadar prosedur, melainkan langkah untuk memastikan setiap dapur MBG memenuhi standar higienitas, distribusi berjalan tepat waktu, dan sekolah menerima layanan tanpa gangguan.
“Intinya koordinasi, kita harus memberikan supporting (dukungan) kepada program nasional. Apa yang bisa kita bantu, apa yang bisa kita dukung, semuanya kita koordinasikan,” ujarnya.
Baca juga: Dua SPPG di Lebak kembali beroperasi layani Program MBG
Menurut Andra, sejumlah persoalan terkait kesiapan dapur dan pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) terus ditindaklanjuti. Ia memastikan bahwa pengawasan terpadu dilakukan setiap hari oleh tim gabungan Pemprov Banten bersama BGN.
“Sambil berjalan, kita sama-sama melakukan pengawasan supaya pelaksanaannya tetap terjaga,” katanya.
Upaya percepatan juga dilakukan, kata dia, melalui pendampingan teknis terhadap dapur yang belum memenuhi kelengkapan higienitas. Pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan puskesmas, Dinas Pendidikan, serta pengelola dapur untuk mempercepat verifikasi dokumen dan inspeksi lapangan.
Baca juga: 330 yayasan ajukan pendirian SPPG MBG di Tangerang
Kepala Regional BGN Banten Ichsan Rizqiansyah menyampaikan sebagian besar dapur telah beroperasi normal setelah dilakukan penataan ulang. “Untuk saat ini, operasionalnya Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menegaskan SLHS menjadi fokus perbaikan berikutnya. Dari sekitar 400 dapur MBG, seluruhnya sedang dalam proses percepatan sertifikasi. “Untuk SLHS itu sedang diperjuangkan semuanya, agar operasional MBG tetap berjalan dengan baik,” katanya.
Selain itu BGN menyelesaikan kendala administrasi yang sebelumnya memperlambat operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ichsan menyebut proses kini telah kembali stabil. “Sekarang Alhamdulillah, berjalan normal,” ucapnya.
Upaya terpadu Pemprov Banten dan BGN ini diharapkan memperkuat konsistensi pelaksanaan MBG, terutama karena program tersebut menjadi prioritas nasional dalam pemenuhan gizi peserta didik.
Baca juga: BGN Banten pastikan penyaluran dana untuk Program MBG kembali normal
