Kota Serang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni memperluas pengembangan dan distribusi kedelai varietas Migo guna memperkuat ketahanan pangan di daerah itu.
Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat suplai protein dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap pasokan kedelai dari luar daerah.
“Dengan kita bisa memproduksi kedelai sendiri maka suplai kebutuhan protein dalam menunjang Program MBG akan semakin kuat,” ujar Andra Soni dalam keterangannya di Kota Serang, Banten, Selasa.
Baca juga: Dorong swasembada pangan, TNI AL panen kedelai Migo AL 1-89 di Banten
Andra menyebutkan selama ini kebutuhan kedelai di Banten masih mengandalkan pasokan dari daerah lain. Padahal, wilayah Banten memiliki banyak lahan potensial yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian kedelai.
Ia menilai upaya tersebut penting dilakukan agar Banten tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen komoditas pangan strategis.
Selain untuk mendukung MBG, Andra menekankan bahwa kedelai memiliki nilai tambah tinggi karena banyaknya produk turunan yang bisa dihasilkan, seperti tahu, tempe dan susu kedelai.
Produk-produk itu dapat dimasukkan ke dalam menu gizi seimbang bagi anak sekolah di Banten.
Baca juga: Dukung swasembada pangan, Polda Banten hasilkan jagung 2.540 ton
Gubernur juga menyambut baik rencana pengembangan kedelai Migo yang dikembangkan oleh tim ahli dengan metode tanam dan pemupukan berbasis teknologi.
“Selain bisa mempercepat masa panen, kualitas kedelainya pun akan sangat baik karena metode tanamnya dikontrol betul,” katanya.
Ahli pertanian dan pengembang varietas kedelai Migo, Ali Zum Mashar menjelaskan bahwa lahan di Banten cocok untuk varietas tersebut.
Menurut dia, kedelai Migo telah terbukti menunjukkan produktivitas tinggi bahkan melampaui rata-rata produksi kedelai di Amerika Serikat.
“Kita di Cinangka, Kabupaten Serang, sudah mengembangkan itu, dan sepertinya perlu dikembangkan lebih besar lagi agar ketahanan pangan kita bisa semakin kuat,” ujarnya.
Baca juga: Banten surplus pangan di 2025, siap wujudkan swasembada
Kepala Dinas Pertanian Banten Agus Tauchid memastikan pihaknya akan menindaklanjuti arahan Gubernur.
Bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wawan Gunawan, pihaknya akan memetakan lahan potensial serta menguji efektivitas metode tanam berbasis teknologi.
“Ini merupakan awal yang baik. Mudah-mudahan dengan pengembangan kedelai ini, ketahanan pangan di Provinsi Banten akan semakin kuat,” katanya.
Agus menambahkan sejauh ini dua wilayah yang dianggap paling potensial untuk dikembangkan adalah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.
Lahan milik Perhutani akan menjadi salah satu opsi untuk uji coba tanam.
“Dalam waktu dekat kita akan meninjau lokasi yang bisa dijadikan untuk pertanian kedelai,” ujarnya.
Baca juga: Wapres dorong pabrik pakan di Banten jadi 'off taker' hasil panen petani
