Tangerang (ANTARA) - Ketua MUI Kota Tangerang KH Ahmad Baijuri Khotib mengatakan meski ada perbedaan pelaksanaan peringatan Nuzulul Qur'an, esensi kegiatan itu tetap sama, yakni momentum semakin mencintai dan mengamalkan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.

"Malam penuh keberkahan ini menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah serta memperbanyak membaca Al Quran," kata dia dalam pernyataan di Tangerang Sabtu.

Perbedaan jadwal peringatan Nuzulul Qur'an karena adanya perbedaan penetapan awal Ramadhan di Indonesia. Untuk Muhammadiyah dilakukan pada Jumat (6/3), sedangkan pemerintah serta NU pada Sabtu (7/3).

"Malam Nuzulul Qur'an sebagai momentum untuk memperkuat keimanan dan semakin dekat dengan Al Quran selama bulan suci Ramadhan," ujarnya.

Baca juga: Kapolres Tangerang sebut 'Night Run' cegah tawuran remaja saat Ramadhan

Nuzulul Qur'an peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Wahyu pertama yang diturunkan adalah Surah Al-Alaq ayat 1–5.

Peristiwa tersebut menjadi titik awal kenabian Rasulullah sekaligus dimulai penyebaran ajaran Islam kepada seluruh umat manusia.

Oleh karena memiliki nilai sejarah yang besar, malam Nuzulul Qur'an selalu diperingati dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian, tadarus Al Quran, hingga tabligh akbar di berbagai masjid.

Salah satu doa yang sering dibaca adalah doa khatam Al Quran yang dinukil dari karya ulama besar Imam Al-Ghazali. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan membaca doa yang biasa dipanjatkan pada malam Lailatulqadar

Sejumlah amalan sunah yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam Nuzulul Qur'an, di antaranya memperbanyak membaca Al Quran, memperbanyak dzikir, melaksanakan shalat malam dan melaksanakan iktikaf di masjid.

Baca juga: DKPP Serang pastikan pasokan pangan aman lewat GPM



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026