Lebak (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Banten mengimbau masyarakat agar menjaga imunitas tubuh untuk mencegah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada musim pancaroba.
"Kita minta masyarakat terhindar dari ISPA dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan menjaga imunitas tubuh," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah di Lebak, Jumat.
Saat musim pancaroba biasanya kasus ISPA meningkat, karena adanya perubahan suhu yang tidak menentu, dan pergantian musim dari panas terik ke hujan deras, sehingga membuat virus dan bakteri lebih mudah berkembang dan masuk ke dalam saluran pernapasan manusia.
Disamping itu, juga kondisi udara yang kering dan fluktuasi suhu ekstrem dapat memicu penurunan daya tahan tubuh, dan rawan terserang penyakit batuk, pilek, demam dan rasa lemas.
Baca juga: Ribuan warga Tangerang terdampak ISPA akibat pembakaran sampah
Dengan demikian, musim pancaroba menyebabkan virus mudah berkembang, seperti influenza, adenovirus, hingga bakteri penyebab pneumonia lebih mudah menular.
Selain faktor cuaca, kata dia, kasus peluang ISPA meningkat akibat polusi udara, ventilasi yang buruk, paparan asap rokok, serta rendahnya daya tahan tubuh.
Dengan kondisi itu, ia mengimbau masyarakat dapat menjaga daya tubuh yang baik dengan mengkonsumsi makanan bergizi, mencukupi kebutuhan cairan minimal delapan gelas air putih per hari, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari asap rokok dan istirahat yang banyak.
"Kami meyakini jika imunitas tubuh kondisinya baik, sehingga dapat mengantisipasi ISPA," katanya.
Menurut dia, masyarakat yang terserang penyakit ISPA kebanyakan berobat ke puskesmas, klinik, dan rumah sakit.
Ia menjelaskan, ISPA cukup berbahaya, apalagi bila sudah disertai pneumonia sehingga pasien sulit ditolong.
Baca juga: Dinkes Lebak minta warga waspadai penularan ISPA
Beberapa gejala ISPA, di antaranya hidung tersumbat dan pilek, batuk kering tanpa dahak, demam ringan, sakit tenggorokan, sakit kepala ringan, bernapas cepat atau kesulitan napas dan warna kebiruan pada kulit akibat kekurangan oksigen.
Berdasarkan data ISPA dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, selama Januari - September 2025 tercatat sebanyak 37.787 orang dan satu meninggal.
"Kami minta bila warga terserang penyakit ISPA, sebaiknya diperiksa ke tenaga medis guna mencegah penyakit yang membahayakan," katanya menjelaskan.
Sementara itu, Yayah (55) warga Rangkasbiting Kabupaten Lebak mengaku dirinya selama dua pekan terakhir ini mengalami suhu dingin disertai batuk dan pilek.
Baca juga: Dinkes: Akibat cuaca 300 warga di Tangerang kena ISPA setiap bulan
