Serang (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Banten, mencatat produktivitas jagung di wilayah Kecamatan Kopo mencapai 8,05 ton pipil kering per hektare pada musim panen raya Kuartal I tahun 2026.
Kepala DKPP Kabupaten, Serang Suhardjo, di Serang, Jumat mengatakan, angka tersebut diperoleh dari hasil panen di lahan seluas enam hektare milik Kelompok Tani (Poktan) Tani Maju, Desa Mekar Baru.
"Di lokasi ini total lahan ada 10 hektare. Hari ini kita panen enam hektare dan gerakan tanam tiga hektare. Estimasi hasilnya mencapai 8,05 ton pipil kering per hektare," ujarnya.
Baca juga: Pemkot Serang manfaatkan lahan tidur untuk kembangkan jagung industri
Suhardjo berharap para petani dapat menyisihkan sebagian keuntungan dari hasil panen tersebut untuk modal penanaman berikutnya, sehingga tercipta kemandirian petani dalam mendukung swasembada pangan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakapolres Serang, Kompol Andri Surya Kurniawan menegaskan, dukungannya terhadap sektor pertanian sebagai implementasi program Presiden Prabowo Subianto.
"Kami sangat mendukung program swasembada pangan berkelanjutan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Andri.
Sementara itu, Sekretaris Camat Kopo, Muhamad Ubaidillah, menyampaikan aspirasi petani terkait kebutuhan alat pascapanen berupa mesin pengering jagung (bed dryer).
"Dukungan pemerintah pusat maupun daerah untuk pengadaan bed dryer sangat dibutuhkan, agar petani Kopo tidak perlu lagi jauh-jauh mengeringkan jagung ke wilayah Cikande," katanya.
Baca juga: Polda Banten perkuat swasembada pangan lewat panen jagung kuartal IV
