Serang (ANTARA) - Polda Banten memperkuat program Swasembada Pangan Nasional melalui Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 di Walantaka, Kota Serang, dengan fokus pada peningkatan produksi, pendampingan petani, dan pengamanan distribusi hasil pertanian.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki di Serang, Kamis menyatakan panen raya jagung tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
“Panen raya jagung ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan para petani, tetapi juga mencerminkan hasil nyata dari sinergi dan kolaborasi yang baik antara masyarakat, pemerintah daerah, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan,” kata Hengki.
Baca juga: Dukung swasembada pangan, Polda Banten hasilkan jagung 2.540 ton
Di wilayah hukum Polda Banten, panen jagung dilaksanakan di lahan seluas 4 hektare yang dikelola Kelompok Tani Margahayu 1 di Lingkungan Ciwiru, Kelurahan Cigoong.
Dari lahan tersebut, estimasi hasil panen mencapai 8 hingga 16 ton jagung, yang menjadi bagian dari kontribusi pangan daerah.
Ia menegaskan Polri berkomitmen mendukung ketahanan pangan melalui pendampingan kepada petani, pengamanan distribusi hasil pertanian, serta penciptaan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
“Polri berkomitmen untuk terus mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan kepada para petani, pengamanan distribusi hasil pertanian, serta penciptaan situasi kamtibmas yang kondusif,” ujarnya.
Baca juga: Polres Lebak catat produksi jagung 977 ton lewat koptan
Secara keseluruhan, Kapolda menyebut luas lahan jagung yang dipanen serentak di wilayah Polda Banten mencapai sekitar 36,9 hektare, yang diharapkan berkontribusi langsung terhadap ketersediaan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami menyadari bahwa ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh tingginya hasil produksi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh stabilitas keamanan dan kelancaran distribusi hasil panen,” katanya.
Menurut Hengki, kehadiran Polri di sektor pertanian diarahkan untuk memastikan petani dapat mengelola lahan secara berkelanjutan tanpa gangguan keamanan, sekaligus menjaga rantai pasok hasil pertanian agar berjalan lancar.
Baca juga: Wujudkan swasembada pangan, Pemkab Serang panen 18 ton jagung hibrida
“Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menumbuhkan semangat para petani dalam mengelola lahan pertaniannya secara berkelanjutan,” tambahnya.
Selain panen raya, Polda Banten juga menyalurkan bantuan sosial kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan usaha pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani di daerah.
Melalui kegiatan ini, Polda Banten menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan di Provinsi Banten.
Baca juga: Produksi komoditas palawija di Lebak capai 8.102 ton
