Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatat hampir 80 persen dari total kebutuhan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 didatangkan dari luar provinsi akibat masih minim nya kapasitas produksi peternak lokal.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Provinsi Banten, Ari Mardiana, di Serang, Rabu, mengatakan produksi peternak lokal saat ini hanya mampu memenuhi sekitar 19 persen atau 11.969 ekor dari total estimasi kebutuhan yang mencapai 63.171 ekor hewan kurban.
"Impor, dalam artian dari luar Banten, ya, bukan dari luar negeri. Selama ini, Banten hanya bisa memenuhi sekitar 19 persen dari total hewan kurban," kata Ari.
Baca juga: DPKP Tangerang kerahkan petugas awasi kesehatan hewan kurban
Berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi Banten, estimasi kebutuhan hewan kurban pada tahun ini mengalami peningkatan sekitar tiga persen dibandingkan tahun lalu.
Ari menjelaskan bahwa selama ini Banten memang cenderung menjadi daerah konsumsi, bukan daerah produksi. Oleh karena itu, Banten masih sangat bergantung pada pasokan sapi, domba, dan kambing dari luar wilayah. Namun, khusus untuk hewan kerbau yang jumlah permintaannya relatif kecil, masih dapat dipenuhi oleh pasokan lokal.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama minim nya produksi lokal adalah rendahnya minat masyarakat Banten di sektor peternakan, meskipun sejumlah wilayah seperti Kabupaten Lebak dan Pandeglang memiliki potensi geografis yang mendukung.
Baca juga: Kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Lebak diproyeksikan 8.000 ekor
"Minat beternak untuk Banten itu masih sedikit ya, meski potensi ada. Namun, karena minatnya masih terbatas, kami hanya mampu menyediakan segitu," ujarnya.
Kendala lain yang turut mengancam ketersediaan ternak lokal adalah masih maraknya praktik pemotongan hewan betina produktif di tingkat peternak rumahan.Meskipun pemerintah telah menyosialisasikan pentingnya menjaga sapi betina produktif untuk keberlangsungan regenerasi, desakan ekonomi kerap memaksa peternak untuk menyembelih hewan tersebut.
"Banyak peternak terpaksa memotong karena ada kebutuhan mendesak, seperti untuk biaya anak sekolah atau keperluan lainnya. Jadi, ya mereka potong juga, banyak alasannya," pungkas Ari.
Baca juga: Pedagang di Tangerang prioritaskan kelayakan dan kesehatan hewan kurban
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Lukman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026