Lebak (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Banten meminta masyarakat di daerah itu agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada perubahan cuaca selama Ramadhan 1446 Hijriah.
Kepala Pelaksana Harian Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Budi Mulyanto, Senin, di Lebak, mengatakan kasus ISPA yang terjadi saat ini disebabkan virus influenza yang menular langsung dari satu orang ke orang lain.
Untuk pencegahan, yang utama adalah tetap mempertahankan/meningkatkan daya tahan tubuh dengan makan yang berkecukupan gizi, cukup istirahat, olahraga secukupnya (menyesuaikan dengan puasa).
Selain itu juga ditambah dengan menggunakan masker medis di tempat umum untuk mengurangi resiko tertular virus influenza.
Selama ini, perubahan cuaca terjadi pada bulan Ramadhan, dimana curah hujan relatif tinggi.
"Kami mencatat hari ini jumlah penyakit ISPA terbanyak hingga puluhan ribu pasien dibandingkan 10 jenis penyakit lainnya," katanya menjelaskan.
Baca juga: Cegah berbagai penyakit, Dinkes Lebak ajak warga budayakan PHBS
dr Budi mengimbau masyarakat dapat menjaga daya tubuh yang baik dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan sayuran serta buah-buahan juga banyak istirahat.
Jika mengkonsumsi makanan yang bergizi dan bervitamin sehingga imunitas tubuh semakin kuat dan tidak mudah terserang ISPA.
Selain itu, masyarakat juga dapat membiasakan budaya pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan menjaga kebersihan lingkungan serta menggunakan air bersih.
"Kami optimistis jika PHBS menjadi budaya hidup, juga mengonsumsi makanan yang bergizi akan terhindar dari penyebaran ISPA pada musim kemarau," ujar dr Budi.
Baca juga: Gubernur Banten sebut CKG upaya cegah penyakit sedini mungkin
Menurut dia, masyarakat yang terserang penyakit ISPA kebanyakan berobat ke puskesmas, klinik, dan rumah sakit hingga mantri kampung.
Penyakit ISPA tentu berbahaya apalagi bila sudah disertai pneumonia sehingga pasien sulit ditolong.
Beberapa gejala ISPA, di antaranya hidung tersumbat dan pilek, batuk kering tanpa dahak, demam ringan, sakit tenggorokan, sakit kepala ringan, bernapas cepat atau kesulitan napas dan warna kebiruan pada kulit akibat kekurangan oksigen.
"Kami minta bila warga terserang penyakit ISPA sebaiknya diperiksa ke tenaga medis guna mencegah penyakit yang membahayakan," katanya.
Sementara itu, Siti Samsiah, seorang pasien ISPA warga Rangkasbiting Kabupaten Lebak mengaku dirinya sudah dua kali berobat ke klinik pengobatan, namun tidak sembuh-sembuh.
"Kami sekarang masih batuk-batuk disertai mengeluarkan dahak juga pilek," katanya.
Baca juga: Epilepsi katamenial pengaruhnya pada kehamilan dan kesuburan
