Lebak (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung mengembangkan pertanian padi gogo di lahan seluas 2,5 hektare guna mendukung program swasembada pangan.
"Pertanian padi gogo itu merupakan program pembinaan kemandirian di sarana asimilasi dan edukasi (SAE) yang terus dikembangkan sebagai wadah produktif bagi warga binaan," kata Kalapas Rangkasbitung Muarif Khakim di Lebak, Jumat.
Lapas Kelas III Rangkasbitung terus berinovasi mengoptimalkan berbagai program pembinaan terhadap warga binaan, termasuk sektor pertanian.
Pembinaan program tersebut diharapkan warga binaan setelah kembali ke masyarakat dapat hidup mandiri.
Baca juga: Lapas Rangkasbitung gelar bakti sosial bagikan aneka sayuran
Oleh karena itu, pihaknya kini mengembangan pertanian padi gogo di lahan darat milik Lapas Rangkasbitung.
Lahan itu khusus sarana asimilasi dan edukasi (SAE) untuk warga binaan agar mereka memiliki kompetensi dan ketrampilan di bidang pertanian.
"Kami meyakini padi gogo sangat cocok untuk ditanam di area SAE yang memiliki keterbatasan sumber air, karena varietas ini dapat tumbuh baik di lahan kering dengan tingkat adaptasi tinggi," katanya.
Menurut dia, pengembangan padi gogo itu atas bantuan benih dari Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak untuk meningkatkan produksi pangan, sekaligus mendukung program swasembada pangan.
Baca juga: Lapas Rangkasbitung sidak kamar hunian cegah barang terlarang
Dengan demikian, pihaknya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Distan Lebak atas perhatian dan dukungan yang diberikan.
"Bantuan bibit padi gogo ini sangat bermanfaat untuk ditanam di lahan SAE seluas 2,5 hektare dengan masa panen 90 hari setelah tanam," katanya menjelaskan.
Sementara itu, Kepala Distan Kabupaten Lebak Rahmat mengatakan pihaknya sangat mendukung pengembangan pertanian padi gogo dalam membina kemandirian terhadap warga binaan untuk menggeluti sektor pertanian.
Pemberian benih padi gogo itu bisa langsung dilakukan gerakan tanam, terlebih curah hujan tinggi.
"Kami melihat pertanian padi gogo di lahan SAE sangat positif dan selaras dengan program pemerintah untuk mendukung program swasembada pangan," katanya.
Baca juga: Warga binaan Lapas Tangerang diberi pelatihan barista
