Lebak (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten mengelar kegiatan bakti sosial berupa pembagian aneka sayur hasil budi daya pertanian warga binaan pemasyarakatan (WBP) kepada masyarakat setempat.
"Pembagian sayuran itu hasil pengembangan budi daya pertanian WBP," kata Kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung Muarif Khakim di Lebak, Senin.
Aneka sayuran tersebut, antara lain kangkung, bayam, sawi, dan terong, panenan dalam program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Rangkasbitung.
Ia menjelaskan WBP pada masa asimilasi mengembangkan budi daya tanaman sayuran untuk memiliki kecakapan, kemandirian, dan keterampilan di bidang pertanian.
Baca juga: Pembuatan batako di Lapas Tangerang dapat apresiasi Kakanwil Ditjenpas
Ia menjelaskan bakti sosial merupakan komitmen jajaran petugas untuk memperkenalkan hasil pembinaan warga binaan kepada masyarakat setempat.
"Kami ingin masyarakat melihat bahwa hasil pembinaan di Lapas Rangkasbitung nyata dan bermanfaat dan menyalurkan hasilnya sebagai bentuk kontribusi positif bagi masyarakat," kata dia.
Lapas Rangkasbitung terus memperkuat hubungan baik dengan masyarakat, antara lain untuk menunjukkan bahwa pemasyarakatan bukan hanya tentang pembinaan di balik tembok, akan tetapi juga terkait dengan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
Baca juga: 20 napi Lapas Rangkasbitung ikuti pelatihan pangkas rambut
Ia juga meminta warga binaan setelah kembali ke masyarakat untuk menggeluti usaha di bidang pertanian guna mendukung ketahanan pangan nasional di daerah masing-masing.
"Kami berharap melalui kegiatan sosial itu dapat membantu masyarakat untuk mengonsumsi makanan aneka sayuran yang memiliki kandungan gizi," katanya.
Seorang warga Rangkasbitung, Aryani (45), mengaku merasa terbantu dengan adanya bantuan sayuran dari Lapas III Rangkasbitung untuk konsumsi keluarga.
"Kami mendapatkan pembagian lima ikat sayuran kangkung dan cukup untuk dua hari ke depan," katanya.
Baca juga: Lapas Serang-BNNP Banten wujudkan rehabilitasi berkelanjutan dan bermartabat
