Serang, Banten (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat lapangan usaha real estat atau sektor properti di wilayahnya mengalami pertumbuhan sebesar 5,94 persen secara tahunan (year-on-year) pada 2025.
"Capaian pertumbuhan pada tahun 2025 tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan apabila dibandingkan dengan realisasi pada periode tahun 2024 yang tercatat sebesar 3,57 persen," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten Ameriza M Moesa di Serang, Banten, Jumat.
Ia menyatakan performa positif pasar properti di Tanah Jawara saat ini didorong oleh tingginya permintaan masyarakat pada kategori hunian tapak serta perumahan bersubsidi.
Namun, Ameriza memberikan catatan khusus bahwa sektor properti saat ini sering kali menjadi salah satu komponen yang memberikan andil terhadap tekanan inflasi di daerah.
Baca juga: Tertinggi kedua di Jawa, ekonomi Provinisi Banten tumbuh 5,37 persen
Berdasarkan data realisasi pembangunan, program nasional tiga juta rumah di Provinsi Banten telah mencapai 16.331 unit hingga Oktober 2025, yang mempertegas besarnya serapan pasar terhadap hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ameriza menambahkan bahwa keberadaan berbagai proyek properti skala besar yang terus berjalan secara berkelanjutan di kawasan Tangerang Raya turut menjadi motor utama dalam menjaga momentum pertumbuhan pasar real estat.
"Indikator penjualan properti secara keseluruhan juga membaik sebesar 27,80 persen (yoy), yang dibarengi dengan tren peningkatan harga jual tanah akibat tingginya minat pasar," katanya.
Dinamika pasar yang menarik bagi konsumen maupun pengembang ini tecermin juga dari penjualan ratusan unit hunian pada ajang REI Banten Property Expo 2025 yang menjadi bukti nyata gairah investasi di sektor tersebut.
Baca juga: Pengembang luncurkan hunian cicilan Rp6 juta di pusat Kota Tangerang
