Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten memperkuat upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui dialog langsung dengan menyerap aspirasi pengelola rumah sakit guna mengoptimalkan pelaksanaan Program Banten Sehat.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan dialog bersama Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Wilayah Banten menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi sekaligus memetakan tantangan riil yang dihadapi rumah sakit di lapangan.
“Di Provinsi Banten terdapat 136 rumah sakit. Ini menjadi kesempatan berharga bagi saya untuk mendengarkan langsung masukan dari para direktur rumah sakit mengenai implementasi program Banten Sehat ke depan,” ujar Andra Soni di Kota Serang, Senin.
Baca juga: Andra Soni kenang Tryana Sjam'un pejuang pendiri pembina generasi muda
Menurut Andra, kebijakan kesehatan yang efektif harus disusun berbasis kebutuhan nyata dan pengalaman langsung para penyedia layanan kesehatan, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta.
Sejumlah isu krusial yang dibahas dalam dialog tersebut meliputi ketersediaan dan pemerataan dokter spesialis, pengembangan pendidikan kedokteran, serta optimalisasi pelayanan BPJS Kesehatan agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Andra menilai keterbatasan tenaga medis spesialis masih menjadi tantangan di beberapa wilayah, sehingga memerlukan perencanaan terpadu antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan pengelola rumah sakit.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit yang dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan sistem kesehatan daerah, termasuk saat menghadapi pandemi COVID-19.
“Kita mampu mengatasi permasalahan COVID-19 berkat kolaborasi yang solid. Bukan hanya peran rumah sakit pemerintah, tetapi juga kontribusi besar rumah sakit swasta dan seluruh tenaga kesehatan. Sinergi ini harus terus kita jaga,” tegasnya.
Baca juga: Gubernur Banten resmikan Jalan Kopi untuk perkuat akses industri Jatake
Sementara itu, Ketua Persi Wilayah Banten dr Ediansyah menyambut baik langkah Gubernur Banten yang membuka ruang komunikasi dua arah dengan pengelola rumah sakit sebagai bagian dari penguatan ekosistem kesehatan.
“Selain mempererat silaturahim, Pak Gubernur ingin memastikan dukungan rumah sakit serta mendapatkan masukan objektif agar kolaborasi di masa mendatang semakin baik,” ujar Ediansyah.
Ia menegaskan keberhasilan Program Banten Sehat memerlukan orkestrasi yang harmonis antar seluruh elemen layanan kesehatan, mulai dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, klinik, hingga rumah sakit.
“Rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah, siap berkolaborasi penuh dengan seluruh pemangku kepentingan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Banten,” katanya.
Baca juga: Gubernur Banten sebut DPA 2026 jadi instrumen kendali kinerja OPD
