Serang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan duka mendalam atas wafatnya tokoh pendiri Provinsi Banten, Tb Tryana Sjam'un, yang meninggal dunia pada Minggu malam (11/1), dan mengenang almarhum sebagai pejuang daerah yang konsisten membina generasi muda serta menjaga arah perjuangan Banten.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Atas nama Pemerintah Provinsi Banten saya menyampaikan belasungkawa. Semoga almarhum husnul khatimah,” ujar Andra Soni di Kota Serang, Senin.
Andra menuturkan, Tryana Sjam'un bukan hanya tokoh penggagas pembentukan Provinsi Banten, tetapi juga figur yang terbuka dalam berdialog dan memberi pandangan strategis terkait arah pembangunan daerah.
“Sebagai tokoh penggagas dan pejuang pembentukan Provinsi Banten, saya banyak berdiskusi dan sering meminta pendapat kepada beliau. Beliau selalu terbuka dan banyak memberikan saran serta menceritakan tujuan pendirian Provinsi Banten,” katanya.
Baca juga: Tryana Sam'un: Banten harus lepas dari kemiskinan ekstrem
Menurut Andra, almarhum dikenal memiliki kepedulian kuat terhadap tanah kelahirannya dan konsisten membina sumber daya manusia Banten lintas generasi, mulai dari mahasiswa, pemuda, aktivis, hingga aparatur sipil negara.
“Kesan saya, beliau pribadi yang baik, punya kepedulian pada tanah kelahirannya dan banyak membina pemuda-pemuda Banten, baik mahasiswa, pemuda, aktivis maupun ASN Banten,” ujarnya.
Salah satu warisan pemikiran almarhum, lanjut Andra, adalah pendirian Salakanagara Institute yang menjadi ruang tumbuh bagi pemikir-pemikir muda Banten dalam merawat gagasan, identitas, dan arah pembangunan daerah.
“Beliau mendirikan Salakanagara Institute yang diisi oleh pemikir-pemikir muda Banten,” kata Andra.
Baca juga: Pendiri Provinsi Banten Muchtar Mandala wafat, Mathla'ul Anwar sampaikan ikut berduka
Tb Tryana Sjam'un dikenal luas sebagai tokoh masyarakat yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai kebantenan melalui pemikiran, gerakan sosial, serta keterlibatan aktif dalam diskursus kebudayaan dan pembangunan daerah.
Pemikirannya kerap menjadi rujukan dalam berbagai forum sosial dan kebudayaan, terutama dalam menjaga identitas dan jati diri Banten di tengah dinamika perubahan zaman.
Kepergian Tryana Sjam'un disebut menjadi kehilangan besar bagi Banten, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat luas yang selama ini mengenal almarhum sebagai tokoh pengabdian, pemikir, dan pejuang daerah.
Hingga saat ini, ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan dedikasi almarhum bagi Provinsi Banten.
Baca juga: Anggota DPRD muda ajak Gen Z teruskan perjuangan pendiri Banten
