Serang (AntaraBanten) - Salah seorang pendiri Provinsi Banten Uu Mangkusasmita (66) meninggal dunia di Rumah Sari Asih di Kota Serang, Selasa.
Uu Mangkusasmita meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama empat hari di rumah sakit Sari Asih, karena menderita sakit kanker paru. Sebelumnya almarhum juga sempat menjalani perawatan selama lebih dari dua bulan di RS Siloam Tangerang.
Uu Mangkusasmita yang lahir Malingping Kabupaten Lebak 18 Agustus 1948 meninggalkan lima orang anak yakni Rima Jiwantari, Fuad Ibnu Jabal, Rizal Firdaus, Rina Fitria, Shinta Tunggal Dewi serta tujuh orang cucu.
Sejumlah kerabat dan rekan termasuk Ketua DPRD Banten Aeng Haerudin dan Plt Gubernur Banten Rano Karno mendatangi rumah almarhum di Kompleks Ciceri Permai Kota Serang.
Anak ketiga almarhum Rizal Firdaus mengatakan, almarhum menderita sakit kanker paru dan menjalani perawatan lebih dari dua bulan di RS Siloam Tangerang. Kemudian sempat menjalani perawatan di rumah setelah pulang dari rumah sakit, dan terakhir dirawat di RS Sari Asih Kota Serang.
Menurut Rizal, ayahnya memiliki perhatian besar terhadap kemajuan pemerintah Provinsi Banten. Bahkan dalam kondisi sakit beberapa bulan lalu, almarhum juga sempat mengikuti kongres rakyat Banten II Maret 2014 di gedung DPRD Banten.
"Almarhum ini memiliki perhatian besar terhadap Provinsi Banten. Bahkan kalau sedang berkumpul dengan teman-teman seperjuangannya bercerita tentang Banten, lupa bahwa beliau sedang sakit," kata Rizal Firdaus.
Ia juga mengatakan, almarhum bapaknya selalu mengingatkan anaknya untuk bersikap jujur jika menjadi birokrat atau pejabat.
"Saya kan ini seorang PNS, bapak selalu mengingatkan saya untuk menjadi seorang birokrat yang disiplin dan jujur," kata Rizal.
Salah seorang pejabat Banten Kurdi Matin mengatakan, almarhum Uu Mangkusasmita merupakan tokoh Banten yang sangat kritis terhadap pembangunan dan birokrasi di Provinsi Banten. Kritikan yang selalu disampaikan almarhum tersebut sebagai seorang tokoh, semata-mata demi kemajuan pembangunan di Provinsi Banten.
"Jelas kami sangat kehilangan, karena sudah beberapa tokoh pendiri Banten yang meninggal dunia termasuk pak Uu. Meskipun almarhum kritikan beliau selalu pahit, tapi semua demi kebaikan dan kemajuan Banten," kata Kurdi Matin.
Plt Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, meskipun belum begitu kenal dekat dengan almarhun, namun ia sempat bertemu dengan almarhum saat berkunjung ke rumahnya tiga hari setelah idul fitri 1435 H.
"Jujur saya mengakui belum begitu kenal banyak sama almarhum. Namun alhamdulillah, saya sempat berkunjung dan bertemu, saat saya bersilaturahmi dengan para tokoh Banten, tiga setelah Idul firti kemarin," kata Rano.
