Tangerang Selatan (ANTARA) - Cermati Fintech Group (PT Dwi Cermat Indonesia) berkolaborasi dengan Kertabumi mengubah cara padang atau perspektif terhadap pengurangan dan pemanfaatan sampah yang menjadikannya sebagai nilai ekonomis.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada pengurangan sampah ini menjadi langkah konkret perusahaan dalam mewujudkan komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
"Melalui pemanfaatan material branding menjadi produk fungsional, kami mengambil pendekatan kreatif untuk meminimalisir jejak karbon operasional dan memastikan material promosi kami memiliki siklus hidup yang lebih panjang dan bermanfaat," kata CEO Cermati Fintech Group, Andhy Koesnandar di Tangerang, Kamis.
Baca juga: Indodana Finance raih penghargaan anugerah penggerak UMKM Indonesia
Ia mengatakan, untuk merealisasikan program pengurangan dan pemanfaatan sampah menjadi nilai ekonomis ini, Cermati Fintech Group memberikan dukungan melalui pengadaan mesin pengolah sampah anorganik di Kertabumi Recycling Center, Tangerang Selatan.
Selain dukungan mesin, pihaknya juga turut memberikan edukasi cara pengelolaan sampah anorganik dari berbagai material operasional mulai dari kertas, kain, hingga plastik & impraboard.
"Inisiatif program ini berhasil mengumpulkan hingga 660 kilogram dari sampah gabungan yang akan diolah kembali melalui tangan rekan-rekan Kertabumi yang terampil, warga setempat yang tergabung dalam Karang Taruna dan PKK menjadi produk kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi," jelasnya.
Ia bilang, melalui pengelolaan sampah menjadi kerajinan tangan selanjutnya pihaknya membantu untuk memasarkan produk di galeri dan media sosial Kertabumi.
"Kami sangat mengapresiasi komitmen Kertabumi bahwa setiap rupiah yang dihasilkan dari hasil penjualan akan diputar kembali untuk mendukung operasional dan kesejahteraan warga, memastikan bahwa roda ekonomi sirkular ini terus bergerak dan memberikan manfaat yang berkelanjutan," jelasnya.
Baca juga: Indodana PayLater fasilitasi kemudahan pembatalan transaksi
Menurut Andhy, program pengelolaan sampah ini menjadi langkah konkret bahwa visi besar perusahaan tidak hanya terbatas pada solusi finansial digital, tetapi juga mencakup kontribusi aktif bagi ekosistem keberlanjutan di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Utama Indodana Fintech, Ronny Wijaya menambahkan, bahwa langkah inisiatif ini merupakan langkah nyata perusahaannya dalam membangun ekosistem teknologi finansial yang berkelanjutan.
"Kami ingin kehadiran solusi digital kami di masyarakat berjalan beriringan dengan dampak positif bagi kelestarian ekosistem alam, sehingga inovasi dan alam dapat tumbuh bersama secara harmonis," tuturnya.
Selain itu, kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan masa depan terdapat aspek pemberdayaan masyarakat yang harus dijalankan secara berkesenambungan.
"Kami ingin mengubah paradigma bahwa sampah bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari nilai baru," ucap dia.
Baca juga: Pemprov Banten percepat PLTSa untuk atasi sampah lintas daerah
Direktur Indodana Finance, Iwan Dewanto menyampaikan bahwa melalui program yang dijalankannya dipercaya dapat mengubah paradigma bahwa sampah bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari nilai baru.
Dengan pengolahan yang tepat sampah dapat diolah menjadi barang jadi yang memiliki manfaat, nilai ekonomi dan daya guna bagi masyarakat.
"Fokus kami bukan sekadar pada mesin pengolah sampah, melainkan pada peningkatan pemberdayaan masyarakatnya," tuturnya.
Ia berharap dengan adanya upaya dukungan dalam mengurangi dan pemanfaatan sampah tersebut masyarakat dapat mengasah potensi ekonomi kreatif mereka, sehingga sampah yang dikelola mampu memberikan manfaat nilai tambah finansial serta dapat melihat peluang usaha yang dapat tumbuh dari proses daur ulang untuk terciptanya kesejahteraan.
"Sampah yang dikelola mampu memberikan manfaat nilai tambah finansial serta dapat melihat peluang usaha," ungkap Iwan.
Baca juga: Budi daya maggot di ITF Jatiuwung sukses olah 15 ton sampah sehari
