Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lebak meminta pedagang hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025 menjaga kebersihan lapak dan kandangnya demi menghindari sejumlah penyakit.
"Kami berharap seluruh pedagang hewan kurban menjaga kesehatan kandang sehingga terhindar dari penyakit mulut kuku (PMK) dan lainnya," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar dalam keterangan di Lebak, Selasa.
Pemerintah Kabupaten Lebak sudah menyampaikan imbauan kepada pedagang hewan ternak baik sapi, kerbau, domba dan kambing untuk menjaga lapak dan kandangnya.
Menurut dia, pedagang hewan ternak yang menjaga kebersihan kandang dan lapaknya dipastikan banyak pembeli karena bisa terhindar penyakit.
Apalagi, pembeli sekarang cukup cerdas sehingga mereka lebih memilih hewan ternak yang sehat dengan kandang bersih.
"Kami yakin jika hewan ternak terkontaminasi penyakit, tentu ini akan merugikan pedagang, karena besar kemungkinan yang lainnya juga ikut terpapar dan pembeli juga enggan mengambil hewan kurban," katanya.
Baca juga: Lima ekor kerbau di Lebak akhirnya pulih dari PMK
Ia mengatakan, pihaknya memperketat pengawasan terhadap kelayakan dan kesehatan hewan kurban yang dijual di sejumlah daerah di Lebak.
Pengawasan itu untuk memberikan jaminan agar masyarakat memperoleh hewan kurban yang sehat, layak dan sesuai syariat.
Hewan kurban yang dibutuhkan masyarakat untuk Idul Adha sebanyak 6.560 ekor terdiri atas domba 5.000 ekor, sapi 1.200 ekor, kambing 100 ekor dan kerbau 260 ekor.
Untuk hewan kurban jenis ternak kerbau dan kambing dipasok dari peternak lokal, karena populasinya masih tersedia.
Harga kerbau lokal berkisar antara Rp20 juta sampai Rp35 juta per ekor dan kambing Rp3,5 juta per ekor.
Sedangkan hewan kurban jenis sapi dan domba dipasok dari luar daerah seperti Lampung dan Jawa Tengah hingga Garut dan Cianjur.
"Kami mengoptimalkan pemeriksaan hewan kurban untuk memberikan jaminan agar ternak bebas dari infeksi antraks maupun penyakit menular lainnya yang membahayakan kesehatan manusia," katanya.
Baca juga: Pedagang hewan kurban di Tangerang diingatkan pentingnya kebersihan kandang
Sementara itu, Bona (50) seorang pedagang hewan kerbau di Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku dirinya setiap hari membersihkan lapak dan kandang ternak agar bersih dan terhindar penyakit.
Selain itu juga ternaknya juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan hewan dari petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat.
"Kami saat ini menjual lima ekor kerbau dan sudah dipesan tiga ekor serta sisanya belum laku dengan harga Rp25 juta per ekor," katanya.
Baca juga: Idul Adha, DLH Kota Serang kampanyekan kurban tanpa sampah plastik
