Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten tengah memfinalisasi program Sekolah Gratis untuk jenjang SMA/SMK swasta sederajat, yang dirancang untuk bergulir pada tahun ajaran baru Juli 2025.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Lukman, di Kota Serang, Jumat mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah menyiapkan anggaran melalui pergeseran APBD sebesar Rp295 miliar.
Namun, jumlah tersebut masih bersifat sementara, karena belum seluruh sekolah menyelesaikan pendataan melalui tautan pendaftaran yang disebarkan.
“Data kita ambil dari Dapodik. Tapi ketika kita buka pendaftaran lewat link Google, masih banyak sekolah yang belum meng-input. Jadi belum bisa difinalkan. Targetnya selesai bulan Juni,” ujar Lukman.
Baca juga: Gubernur Banten pastikan sekolah gratis dimulai tahun ajaran baru
Menurutnya, hingga saat ini sekitar 1.200 sekolah sudah mendaftar, dengan sekitar 1.038 sekolah yang menyatakan siap mengikuti program. Namun, angka tersebut masih bisa berubah tergantung jumlah siswa baru yang masuk pada awal tahun ajaran mendatang.
Terkait mekanisme pendanaan, Lukman menjelaskan bahwa skema pembiayaan dilakukan berdasarkan klaster wilayah, seperti klaster Pandeglang-Serang-Cilegon dan klaster Tangerang Raya.
Dana bantuan akan disalurkan langsung ke rekening siswa, namun tidak bisa ditarik tunai, karena akan langsung terpotong otomatis untuk pembayaran ke sekolah masing-masing.
“Tujuannya agar bantuan ini benar-benar digunakan sesuai peruntukannya, yaitu membayar SPP. Kalau ditarik siswa, khawatirnya dipakai untuk kebutuhan lain. Jadi kita buat auto debet ke sekolah,” ujar Lukman.
Baca juga: Pemkot Tangerang serahkan bantuan Rp56 miliar pada 136 sekolah swasta
Pemprov Banten bekerja sama dengan Bank Banten untuk mengelola aliran dana bantuan pendidikan ini. Saat ini tengah dilakukan koordinasi teknis untuk memastikan kesiapan bank dalam menangani ratusan ribu transaksi secara berkala.
“Bank Banten kami minta untuk siap ekspose sistemnya, karena nanti akan ada ratusan ribu rekening siswa," kata dia.
Lukman meminta Bank Banten harus memastikan proses berjalan lancar, meski pencairan dilakukan secara bertahap selama seminggu, bukan sekaligus dalam satu hari.
Skema penyaluran akan disesuaikan dengan cabang-cabang Bank Banten di setiap kabupaten dan kota, guna menghindari penumpukan sistem di satu titik.
Baca juga: Sekolah Gratis Banten, upaya tingkatkan SDM sambut bonus demografi
