Serang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan Program Sekolah Gratis di provinsi itu telah menjangkau sebanyak 60 ribu siswa jenjang pendidikan menengah swasta pada tahun pertama pelaksanaannya.
"Pada tahun pertama, Program Sekolah Gratis sudah menjangkau kurang lebih 60 ribu siswa yang tersebar di 814 sekolah," kata Gubernur Andra Soni di Serang, Kamis.
Andra menjelaskan program yang diluncurkan sejak Tahun Ajaran (TA) 2025-2026 tersebut diprioritaskan bagi jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Program ini, kata dia, merupakan komitmen pemerintah daerah untuk menekan angka putus sekolah yang masih menjadi perhatian serius. Hal itu tercermin dari rata-rata lama sekolah masyarakat Banten yang baru mencapai 9,16 tahun.
Baca juga: Pemprov Banten tegas hentikan kerja sama sekolah yang pungut biaya PSG
Lebih lanjut Gubernur Banten itu memaparkan bahwa mekanisme program menerapkan prinsip gotong royong. Bantuan difokuskan bagi siswa dari keluarga kurang mampu guna mewujudkan pemerataan akses, sementara orang tua yang mampu secara ekonomi tetap bertanggung jawab atas pembiayaan pendidikan anak-anak mereka.
"Ini bentuk gotong royong. Pemerintah mengurusi anak-anak yang berlatar belakang dari keluarga tidak mampu agar tercapai pemerataan akses pendidikan," ucap Andra Soni.
Ke depan pihaknya berkomitmen untuk memperluas cakupan program tersebut. Gubernur Andra Soni menargetkan jangkauan program dapat menyasar satuan pendidikan berbasis keagamaan, seperti Madrasah Aliyah (MA).
Menurutnya, pemerataan akses pendidikan menjadi kunci meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi puncak bonus demografi tahun 2030 serta menyongsong Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Sekolah Gratis di Banten perluas akses pendidikan 60.705 siswa swasta.
