Lebak (ANTARA) - Petani Kabupaten Lebak, Banten panen padi pada lahan menembus seluas 21.014 hektare periode Februari sampai Maret 2026, sehingga dapat memenuhi ketersediaan pangan dan peningkatan ekonomi.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Senin mengatakan, panen padi di daerah ini dipastikan mampu menyumbang untuk ketersediaan pangan nasional, karena dipasok berbentuk beras ke Pasar Cipinang Jakarta, Bogor, Tangerang hingga Lampung.

Panen padi Februari sampai Maret 2026 mencapai 21.014 hektare dari tanam Desember 2025-Januari 2026 dengan masa panen 100-110 hari setelah tanam.

"Kami minta petani yang sudah panen agar kembali melakukan gerakan percepatan tanam guna mendukung swasembada pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat," katanya.

Baca juga: DKPP Serang catat produktivitas jagung 8 ton per hektare

Menurut dia, panen padi awal tahun 2026 menguntungkan petani, karena harga gabah basah atau gabah kering pungut (GKP) mencapai Rp7.000 per kilogram (kg) di atas Harga Patokan Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kg.

Kenaikan GKP itu, kata dia, dampak melonjaknya harga beras dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp13.500 per kg.

"Kami meyakini kenaikan GKP itu dipastikan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga petani dengan meraup keuntungan jutaan rupiah," kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukabungah Kabupaten Lebak Ruhiana.

Dia mengatakan, pihaknya merasa senang karena hasil panen kini harga GKP relatif baik hingga menembus Rp7.000 per kg.

Para petani di sini panen awal 2026 dengan produktivitas GKP rata-rata 6 ton per hektare.

Baca juga: DKP Tangerang diminta antisipasi cuaca ekstrem terhadap panen beras

Sedangkan, petani di wilayahnya sebanyak 200 orang dengan lahan sawah baku seluas 250 hektare dan dipastikan bisa menghasilkan uang Rp42 juta/hektare jika harga GKP Rp7.000/kg dengan produktivitas 6 ton/hektare.

"Saya kira pendapatan Rp42 juta itu dipotong biaya pengelolaan produksi Rp12 juta, sehingga petani bisa meraup keuntungan Rp30 juta/hektare," katanya.

Misbah (60) seorang petani Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku, dirinya bersyukur panen padi bisa menjual 6 ton GKP dengan harga Rp7.000/kg, sehingga bisa menghasilkan uang Rp42 juta/hektare.

"Kami panen padi cukup baik tahun ini tanpa terserang hama dibandingkan tahun lalu hanya pulang modal," kata Misbah.

Sementara itu, Enjang (60) pemilik penggilingan Warunggunung Kabupaten Lebak mengatakan, pihaknya menampung gabah basah dari petani dengan harga Rp7.000 per kg dari sebelumnya Rp6.500 per kg.

"Kami sendiri memasok beras dengan harga Rp13.500 per kg hingga 30 ton per bulan ke Pasar Tradisional Rangkasbitung dan Maja," katanya.

Baca juga: Petani Lebak panen raya padi, bisa enam ton per hektare



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026