Lebak (ANTARA) - Komunitas Laboratorium (Lab) Gates Universitas Setia Budhi (USB) Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten menembus pementasan dunia dengan menampilkan sastra lokal tentang kehidupan masyarakat Kesepuhan Banten Kidul.

Direktur Lab Gates Universitas Setia Budhi Rangkasbitung Berita Mambarasi Nehe di Lebak, Minggu, mengatakan komunitas tersebut sudah beberapa kali tampil di tingkat Internasional melalui pementasan karya sastra lokal.

Pada 2016, Komunitas Lab Gates tampil di Hanoi, Vietnam dan empat kali di Malaysia dengan tema naskah berbeda-beda. Pada 2023 menampilkan dramatikal "Pangeran Astapati " di Kuala Lumpur, Malaysia dengan melibatkan 15 pemain.

Naskah cerita "Pangeran Astapati" tentang panglima perang Suku Badui dengan semangat mengobarkan perjuangan.

"Pementasan itu disambut antusias masyarakat Malaysia bahwa membuktikan sastra lokal juga diterima di panggung internasional," katanya.

Baca juga: Kepala Badan Bahasa apresiasi Lab Gates lestarikan sastra lokal

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasnen) Hafidz Muksin mengapresiasi Komunitas Lab Gates yang melestarikan sastra lokal hingga pentas di panggung internasional.

"Kita merasa senang anak-anak di sini sangat menjiwai untuk belajar dan semangat terinspirasi sastra lokal, namun dapat dipentaskan di panggung internasional," kata dia saat mengunjungi Komunitas Lab Gates USB Rangkasbitung.

Menurut dia, keterlibatan generasi muda dalam komunitas tersebut menunjukkan semangat tinggi untuk melestarikan khazanah kekayaan budaya dan adat.

"Kalau bukan kita yang menjaga, tradisi lisan itu bisa hilang. Karena itu, perlu dikemas dalam bentuk naskah yang ditulis menjadi bahan pembelajaran, sekaligus bisa dipentaskan sebagai kebanggaan budaya," katanya.

Baca juga: Sinergi KDMP-MBG percepat penanganan kemiskinan di Lebak

Ia mengatakan aktivitas komunitas ini secara berkolaborasi antara mahasiswa dan komunitas akademisi perguruan tinggi.

Salah satu karya yang mendapatkan perhatian, ialah dramatikal "Pangeran Astapati" yang pernah dipentaskan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pertunjukan itu mengangkat nilai perjuangan, kerukunan, kebersamaan, kedamaian dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Pesan dramatikal "Pangeran Astapati" yang disampaikan itu relevan untuk memperkuat patriotisme, sekaligus menangkal politik pemecah belah.

"Kami menilai pementasan itu sangat positif untuk kehidupan dinamika masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman, namun tetap semangat persatuan dan kesatuan," katanya.

Baca juga: Wakil Bupati Lebak lepas 365 calon haji berangkat ke Tanah Suci

Seorang anggota Komunitas Lab Gates, Budi, berharap, pemerintah terus mendukung kegiatan pelestarian budaya, khususnya sastra dan tradisi lisan masyarakat adat.

Ia menyebut banyak legenda berupa cerita dan dongeng di masyarakat Kesepuhan Banten Kidul, Kabupaten Lebak hampir hilang, seperti dongeng "Ce Met" yang menggambarkan arti kehidupan untuk saling berbagi dan keberkahan.

"Kami berharap cerita-cerita tradisi lisan ini bisa dibukukan, sehingga tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya," katanya.

Baca juga: Percepatan tanam guna jaga produksi pangan dan ekonomi petani

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten Devyanti Asmalasari mengatakan pihaknya terus melakukan pembinaan kepada komunitas sastra, literasi dan pelestarian bahasa daerah di wilayah Banten di antaranya memberikan bantuan kepada komunitas tersebut.

Pada 2026, tercatat 12 komunitas sastra mengajukan bantuan pemerintah, termasuk Komunitas Lab Gates USB Rangkasbitung.

Bantuan pemerintah sebelumnya juga diberikan kepada Komunitas Wayang Nganjor Pandeglang yang mementaskan kisah "Babad Banten" sebagai media penguatan nilai patriotisme, perjuangan, kerukunan, dan kedamaian di masyarakat.

"Semua komunitas yang mengajukan bantuan itu tergantung hasil penilaian dari pemerintah pusat," katanya.

Baca juga: PPA Lebak minta orang tua awasi anak saat bermedia sosial



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026