Lebak (ANTARA) - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak Widy Ferdian mengatakan sinergi  Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mempercepat penanganan kemiskinan dan pengangguran.

"Dua program itu dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sehingga mampu mengatasi kemiskinan dan pengangguran," kata Widy saat meninjau pengoperasian KDMP Desa Jatimulya Rangkasbitung, Lebak, Banten, Minggu.

Kebijakan Presiden Prabowo Subianto menggulirkan Program KDMP dan MBG untuk membangkitkan perekonomian daerah.

Baca juga: Program MBG di Banten putar ekonomi hingga Rp1 miliar per SPPG

Selain itu Pemerintah Kabupaten Lebak kini memfokuskan pada program ketahanan pangan.

"Kami meyakini KDMP, MBG dan ketahanan pangan merupakan bagian program untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran," katanya.

Menurut dia, peran KDMP dan MBG salah satu kesatuan juga saling keterkaitan untuk menjamin pasar dengan menampung produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di daerah itu.

Selain itu juga melalui KDMP akan dibuka tujuh unit gerai antara lain berupa Kantor Koperasi, Kios Pengadaan Sembako, Unit Bisnis Simpan Pinjam, Klinik Kesehatan Desa, Apotek Desa, Sistem Pergudangan Cold Storage, dan Sarana Logistik Desa yang menjadi agen penyalur LPG 3 kg hingga pupuk subsidi.

Baca juga: Pemkab Serang petakan lahan untuk pembangunan gerai KDMP

Bahkan, produksi lokal bidang pertanian, perkebunan dan peternakan bisa ditampung oleh KDMP setempat.

"Kami siap mendampingi KDMP untuk menampung produksi lokal yang nantinya bisa memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau MBG. Jika itu berjalan dipastikan tingkat pendapatan ekonomi masyarakat lokal meningkat dan bisa menghapus kemiskinan dan pengangguran," katanya.

Ketua KDMP Desa Jatimulya Rangkasbitung Kabupaten Lebak Sudrajat mengatakan, pihaknya kini membuka usaha sembako dan menampung produksi pelaku UMKM seperti keripik dan stik ubi, singkong, bawal, rempeyek ikan, stik bawang, rempeyek tempe, kembang goyang, roti, kentang goreng.

Produk UMKM camilan makanan itu dijual mulai harga Rp10 ribu hingga Rp20 ribu dan tergantung kualitas.

Baca juga: Pemkab Lebak pastikan Program KDMP perkuat kemandirian ekonomi desa

Selain itu Kopdes Merah Putih Desa Jatimulya bekerja sama dengan Puskesmas Rangkasbitung membuka klinik dan apotik.

Saat ini, pihaknya belum memiliki penyertaan modal dari PT Agrinas Nusantara Pangan, namun membuka usaha itu dengan memiliki 230 anggota koperasi dan mereka wajib simpanan pokok Rp50 ribu dan simpanan wajib Rp25 ribu per bulan.

"Kami berharap kehadiran koperasi dapat menggulirkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan bisa bermuara pada kesejahteraan," kata Sudrajat.

Baca juga: Menkeu Purbaya pastikan pembayaran gaji KDMP tak tambah defisit APBN



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026