Lebak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten meminta masyarakat setempat mewaspadai bencana banjir dan tanah longsor karena curah hujan cenderung meningkat.
"Kita pagi ini dilanda hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama di Lebak, Selasa.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), beberapa hari ke depan terjadi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir di daerah itu.
Baca juga: Sebagian wilayah di Tangsel banjir, tertinggi di Puri Bintaro Indah
Petugas BPBD Lebak dengan relawan tangguh bencana bersiaga 24 jam di posko utama guna melakukan penanganan secara cepat jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.
Ia mengatakan curah hujan yang tinggi biasanya menimbulkan banjir dan longsor di daerah setempat.
"Kami bersama petugas dan relawan saling bergantian di posko utama guna melayani masyarakat akibat cuaca ekstrem itu," katanya.
Hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan masyarakat terkait dengan bencana alam, meski terjadi curah hujan tinggi.
BPBD Lebak selalu menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat agar siaga dan waspada jika terjadi cuaca ekstrem.
Baca juga: Sebagian besar wilayah Kota Tangerang berpotensi banjir rendah
Penyampaian peringatan itu, kata dia, agar masyarakat di daerah ini tidak menjadi korban bencana alam.
"Kami berharap curah hujan tinggi tidak menimbulkan bencana alam," katanya.
Johan (35) Seorang warga Kompleks Pendidikan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Johan (35), mengakui mewaspadai rumahnya tergenang banjir karena curah hujan pagi ini cenderung meningkat.
Biasanya, katanya, banjir di wilayah itu akibat tumpukan sampah di drainase sehingga arus air tidak berjalan lancar.
"Kami berharap curah hujan tidak berlangsung hingga siang hari, karena dipastikan rumahnya tergenang banjir," katanya.
Baca juga: BPBD Kota Cilegon siaga hadapi dampak bencana hidrometeorologi
