Lebak (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai membangun hunian tetap (huntap) sebanyak 221 unit rumah bagi masyarakat korban bencana alam di Kabupaten Lebak, Banten pada tahun 2022 lalu.
"Kita berharap pembangunan huntap berjalan lancar sesuai target yang ditentukan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama di Lebak, Rabu.
Pembangunan huntap tersebut setelah melaksanakan rapat koordinasi antara pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Baca juga: Pemkab Lebak siapkan 5,4 hektare bangun huntap korban bencana
Bahkan, pembangunan huntap menjadi skala prioritas nasional sehingga direalisasikan oleh BNPB pada September 2025.
"Kami mulai hari ini peralatan berat dan material pembangunan huntap sudah disiapkan di lokasi," katanya.
Menurut dia, pembangunan huntap tersebut tidak jauh dengan lokasi sebelumnya di Kecamatan Lebak Gedong.
Namun, kawasan relokasi huntap relatif aman dari ancaman bencana longsor dan banjir bandang.
Pembangunan huntap sebanyak 221 unit rumah dengan bentuk konvensional dan dilengkapi fasilitas umum, jalan lingkungan, dan terdapat sarana air bersih.
"Kami menjamin huntap ini layak huni dan menyehatkan," katanya.
Ia mengatakan, bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Kecamatan Lebak Gedong tahun 2020 menimbulkan ratusan kepala keluarga kehilangan rumah, perabotan rumah tangga, kendaraan hingga menewaskan korban jiwa.
Para korban bencana alam tersebut saat ini tinggal di tempat hunian sementara (Huntara) dengan kondisi memprihatinkan yang terbuat dari atap dan emperan alas dari plastik dan jika hujan kebocoran.
"Sekarang, warga korban bencana alam itu, kini merasa lega setelah dibangun oleh BNPB agar kehidupan mereka kembali normal," katanya.
Baca juga: Pemkab Lebak siapkan lahan untuk huntap warga korban bencana
