Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten melakukan berupaya memutus mata rantai stunting dengan memberi tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri agar tidak mengalami anemia dan kekurangan energik kronik (KEK).
"Remaja mengalami anemia dan KEK berpotensi melahirkan anak stunting," kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak Tuti Nurasiah saat sosialisasi pencegahan stunting di Lebak, Selasa.
Pemerintah Kabupaten Lebak berusaha agar semua remaja putri di daerah itu mendapatkan TTD, dengan tujuan utamanya tidak melahirkan anak stunting.
Menurut dia, kaum wanita saat menginjak usia remaja banyak yang mengalami anemia dan KEK, maka perlu diberi TTD.
Baca juga: Guna tingkatkan produksi ikan, Pemkab Lebak bantu alat tangkap nelayan
"Kita setiap bulan rutin memberikan TTD kepada remaja putri di sekolah -sekolah, mulai SMP sampai SMA/SMK agar tidak mengalami anemia," katanya.
Menurut dia, kalangan remaja perempuan juga dapat mengkonsumsi makanan yang bergizi juga menerapkan pola hidup sehat dengan olahraga.
Berdasarkan laporan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan kalangan remaja putri dengan status gizi baik dapat mencegah stunting pada masa mendatang ketika menjadi calon ibu.
Baca juga: Dukung swasembada pangan, warga binaan Lapas Rangkasbitung tanam jagung
Remaja putri perlu mengonsumsi zat besi yang cukup, sebab jika kekurangan gizi pada masa remaja dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, termasuk anemia.
Pemerintah Kabupaten Lebak komitmen untuk pencegahan stunting guna mempersiapkan Generasi Emas 2045.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Lebak putus mata rantai stunting beri TTD bagi remaja pitri
