Serang (ANTARA) - Sebanyak 940 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Serang, Banten menerima bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten Nurhana, di Kota Serang, Banten, Kamis, mengatakan, bantuan ini berbentuk alat atau bahan produksi untuk meningkatkan usaha ekonomi KPM.
Selain itu, pihaknya telah melakukan verifikasi kepada para penerima bantuan UEP tersebut, sehingga bantuan yang diberikan telah sesuai kebutuhan para pelaku usaha.
"Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan ekonomi keluarga supaya lebih mandiri, dan para penerima bantuan ini adalah orang-orang yang sudah mempunyai usaha," katanya.
Ia mengatakan, bantuan ini juga telah disesuaikan dengan kebutuhan para penerima, untuk Kabupaten Serang terdapat 35 jenis usaha yang dibantu.
Selain mampu menguatkan ekonomi keluarga, Nurhana juga berharap kedepannya para pelaku usaha dapat membentuk kelompok usaha. Sehingga dapat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
"Harapannya ini kedepannya bisa membentuk kelompok usaha, dan nanti kita akan mengarahkan kelompok usaha itu agar bisa mendapatkan akses bantuan permodalan," imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Nurhana juga mengimbau kepada para penerima bantuan UEP tersebut dapat digunakan semaksimal mungkin dengan sesuai peruntukannya dalam meningkatkan perekonomian keluarga.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, Pemprov Banten menyalurkan sejumlah bantuan UEP untuk mendongkrak ekonomi keluarga bagi masyarakat. Bantuan UEP untuk memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM dalam memperluas aktivitas ekonomi keluarga.
"Kesempatan ini juga kita membagikan bantuan dalam rangka untuk mendorong ekonomi produktif bagi keluarga. Sehingga aktivitas perekonomian Bapak dan Ibu bisa kita dukung melalui bantuan ini," katanya.
Muktabar menyampaikan bantuan yang disalurkan ini merupakan upaya Pemprov Banten dalam mendukung industri rumahan. Diharapkan, melalui bantuan itu mampu menciptakan kolaborasi antar masyarakat yang dapat meningkatkan aktivitas ekonomi perorangan menjadi kelompok usaha bersama.