Lebak, Banten (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, menjamin stok beras untuk kebutuhan selama Ramadhan hingga Lebaran 1447 Hijriah dalam kondisi aman, karena produksinya surplus.
"Kita menjamin persediaan beras di seluruh pasar tradisional melimpah," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Diskatapang) Kabupaten Lebak Imam Rismahayadin saat melakukan pemantauan ketersediaan beras di Pasar Rangkasbitung, Lebak, Banten, Senin.
Stok beras di Kabupaten Lebak saat ini mencapai 261.211 ton atau cukup memenuhi kebutuhan hingga 20 bulan ke depan.
Selain itu, juga ditambah stok dari hasil panen Januari hingga Maret 2026 yang diprediksi mencapai luasan puluhan ribu hektare.
Baca juga: Pemprov Banten perkuat pengamanan pasokan pangan jelang Ramadhan
Produksi pangan/beras hasil panen tersebut dipasok ke seluruh pasar tradisional di Kabupaten Lebak melalui pabrik penggilingan padi.
"Kita mengapresiasi harga beras di 11 pasar tradisional di Lebak relatif stabil di bawah harga eceran tertinggi (HET) Rp13.500/kg menjelang Ramadhan 1447 H ini," kata Imam.
Menurut dia, pihaknya juga bersama Bulog dan ID Food berkolaborasi melaksanakan gerakan pasar murah (GPM) untuk keterjangkauan daya beli masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.
Baca juga: DKP Tangerang diminta antisipasi cuaca ekstrem terhadap panen beras
Harga komoditas GPM dijual cukup murah dibandingkan di pasaran, seperti beras Rp52.000 untuk 5 kg, Minyakita Rp15.500/liter, telur Rp29.000/kg, daging sapi Rp100.000/kg dan daging kerbau Rp110.000/kg.
"Kami berkomitmen untuk menjamin ketersediaan pangan dan daya beli masyarakat menghadapi Ramadhan hingga Lebaran," kata Imam.
Sejumlah ibu rumah tangga di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengatakan ketersediaan bahan pangan menjelang Ramadhan tidak ada masalah dan harga relatif stabil.
"Kami membeli beras medium kualitas 2 dengan harga Rp12.000/kg," kata Eha, warga Rangkasbitung.
Baca juga: Cadangan pangan daerah di Lebak 2026 capai 197 ton setara beras
