Lebak (ANTARA) - Sahabat Relawan Indonesia (SRI) mendampingi warga Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten untuk mendapatkan perawatan medis.
"Kami merujuk warga Badui pasien TB bernama Sarpin (17) yang tinggal di Kampung Pamoean Desa Kanekes," kata Ketua Koordinator Relawan SRI Muhammad Arif Kirdiat saat dihubungi di Lebak, Senin.
Pasien penderita positif TB yang dirujuk ke RSUD Banten itu terhitung dari Januari sampai Februari 2026 tercatat sebanyak 17 pasien.
Pihaknya membawa pasien TB ke RSUD Banten melibatkan petugas Panggiwa Inep atau petugas yang melindungi masyarakat Badui.
Baca juga: Relawan rujuk petani Badui ke RSUD Banten akibat digigit ular
Kebanyakan kondisi penderita TB itu cukup memprihatinkan, sehingga perlu dilakukan rujukan ke RSUD Banten untuk menyelamatkan jiwa mereka.
Selama ini, kata dia, penyebab penderita TB di kawasan permukiman masyarakat Badui akibat pola hidup tak bersih juga kondisi rumah tak memiliki ventilasi udara atau jendela.
Selain itu juga pelacakan untuk pendeteksian temuan kasus TB melalui skrining kesulitan, karena topografi alamnya pegunungan dan perbukitan.
Penyebab lainnya,kata dia, pengobatan TBC tidak tuntas dan terputus selama enam bulan, sehingga sulit untuk penyembuhan.
Baca juga: Guna pelestarian alam, masyarakat Suku Badui wajib jaga hutan lindung
Karena itu, masyarakat Badui perlu pendampingan dan perhatian untuk pengobatan TB khususnya dimudahkan mengambil obat TB di Puskesmas setempat.
"Kami beberapa kali melaksanakan bakti sosial yang melibatkan tim kesehatan hingga skrining TB di pemukiman Badui untuk penemuan kasus baru dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran penyakit paru-paru," katanya menjelaskan.
Menurut dia, masyarakat Badui yang menjalani perawatan medis ke RSUD Banten itu, selain BPJS PBI JK juga Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa dengan rekomendasi Dinas Sosial setempat.
Baca juga: Warga Badui mencintai kedamaian, rukun dan sejahtera
Saat ini, kata dia , pihaknya sebagai pendamping relawan tentu memprioritaskan kesehatan masyarakat Badui agar mereka hidup sehat dan produktif.
Selain itu juga pihaknya berkolaborasi dengan petugas fasilitas kesehatan puskesmas.
"Kami berharap penderita TBC setelah menjalani perawatan medis dan kembali ke wilayah Badui bisa dilanjutkan untuk pengobatan selanjutnya oleh puskesmas setempat," katanya.
Sementara itu, Sarpin, pasien TB mengatakan bahwa dirinya merasa lega didampingi relawan SRI hingga bisa dirujuk ke RSUD Banten untuk mendapatkan penanganan medis.
"Kami berharap penyakitnya segera sembuh sehingga bisa kembali melakukan aktivitas pertanian ladang," katanya.
Baca juga: Pertanian dan kerajinan tenun jadi andalan ekonomi warga Badui
