Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten menyatakan menjadi pelopor kehadiran Pos Kesehatan Merah Putih guna mendukung program pemeriksaan kesehatan gratis yang dicanangkan Presiden RI.
Gubernur Andra Soni di Serang, Minggu, mengatakan inisiatif ini dibangun secara swadaya oleh kelompok masyarakat untuk menjemput bola mendeteksi kesehatan warga yang tidak memiliki waktu berkunjung ke puskesmas atau rumah sakit.
"Pos ini dibangun di pusat-pusat keramaian seperti dekat stasiun dan pasar. Sasaran utama kita adalah deteksi dini hipertensi, gula darah, dan paru-paru atau TBC," katanya.
Baca juga: Pemprov Banten percepat akses layanan lewat Pos Kesehatan Merah Putih
Peresmian fasilitas deteksi dini tersebut dilakukan langsung Gubernur Banten Andra Soni bersama Wakil Ketua Umum Badan Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) Bambang Susanto.
Ia menjelaskan langkah preventif dan promotif ini penting untuk mencegah komplikasi penyakit berat, seperti gagal ginjal akibat diabetes maupun darah tinggi, yang pada akhirnya menekan tingginya biaya penanganan kesehatan oleh pemerintah.
Ia menegaskan pos tersebut berfokus pada deteksi dan informasi awal. Apabila ditemukan indikasi penyakit, sistem pendataan akan langsung terkoneksi agar pasien dirujuk ke puskesmas terdekat dan diobati hingga sembuh.
Baca juga: Wamenkes resmikan pos kesehatan di dua pasar Kota Tangerang
Wakil Ketua Umum Kesira DPP Gerindra dr Bambang Susanto mengapresiasi Provinsi Banten yang bersedia menjadi percontohan awal fasilitas kesehatan tersebut.
"Hebatnya Banten melalui Pak Gubernur menjadi pelopor. Saat ini kami sudah membangun enam pos pada tahap permulaan. Lima pos ada di Banten, yakni di Kota Serang, Kabupaten Lebak, Tangerang Selatan, dan dua di Kota Tangerang. Satu pos lagi ada di Pasar Cengkareng," katanya.
Ia menegaskan seluruh pembangunan dan operasional pos kesehatan ini murni hasil swadaya yang diprakarsai oleh Kesira, tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca juga: Atrial fibrilasi gangguan irama jantung yang harus ditangani
Untuk operasional medis, pos ini dijaga oleh puluhan dokter relawan Kesira yang berkolaborasi dengan tenaga medis swasta dan RSUD secara bergilir.
Pelayanan beroperasi secara fleksibel mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB, dan justru dioptimalkan pada akhir pekan agar masyarakat pekerja dapat memanfaatkannya. Ketersediaan obat-obatan dasar mendapat dukungan Dinas Kesehatan setempat.
"Kami berharap Pos Kesehatan Merah Putih ini akan diadakan di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia. Ini kami dedikasi kan untuk kepentingan nasional. Sesuai arahan Bapak Presiden, semua elemen masyarakat harus bergandengan tangan," demikian Bambang.
Baca juga: Ayo, Cek status kepesertaan PBI JKN bisa lewat hotline
