Jakarta (ANTARA) - Calon Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Yoyo Sugeng Triyogo mengatakan Apersi sebagai organisasi pengembang harus bisa menghadapi tekanan pandemi COVID-19.
"Apersi tidak bisa hanya bergerak normatif di tengah kondisi demikian karena akan membahayakan anggota. Harus ada gerakan 'extraordinary' dari pengurus agar anggota bisa eksis ditengah tekanan ekonomi akibat pandemi," kata Komisaris Utama PT Trimitra Prawara Goldland Tbk, Yoyo Sugeng Triyogo dalam keterangan tertulis, Jumat.
Yoyo menyatakan kesiapan dirinya untuk maju dalam pemilihan bursa ketua umum Apersi pada Januari 2021 mendatang di Jakarta.
Apersi merupakan organisasi perumahan yang sudah berdiri sejak sejak 22 tahun lalu. Jalan panjang organisasi pengembang yang fokus untuk merumahkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui rumah subsidi diakui cukup signifikan, jelas Yoyo.
Dan, saat ini walau di tengah pandemi anggota Apersi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke masih eksis berkontribusi. Namun, tak dipungkiri, kondisi pandemi yang sudah berlangsung 10 bulan dan berimbas pada perekonomian tentunya lama kelamaan akan mengganggu pengembang yang tergabung di Apersi.
Menurutnya lagi, salah satu caranya adalah dengan langkah kongkrit dari pengurus Apersi mencari jalan bersinergi dengan pemerintah untuk membuat gerakan extraordinary tersebut.
"Kita tahu masalah di lapangan, dan kita harus jelaskan kendala dan bagaimana mencari solusinya bersama dan menghasilkan keputusan yang win-win solution yang tujuannya tetap memudahkan konsumen yang merupakan MBR. Dan disinilah peran Apersi menjadi mitra penting pemerintah dalam program pembangunan sejuta rumah (PSR)," imbuhnya.
Yoyo menegaskan bahwa visinya menjadi caketum adalah, menjadikan Apersi sebagai asosiasi yang kompeten, terpercaya dan profesional.
Sementara terkait misinya, Yoyo melihat masih banyak hal yang harus dibenahi saat ini, apalagi di saat pandemi agar Apersi dapat menjaga anggotanya dari ketidakstabilan kondisi ekonomi saat ini.
Yoyo menjelaskan, kalau dijabarkan, misi tersebut yang pertama adalah memperluas jaringan kerjasama korporasi terutama dalam hal pembiayaan. Kemudian menjadikan Apersi yang Mandiri dan mampu menjadikan partner pemerintah dalam mencounter penurunan ekonomi.
"Lalu tata kelola organisasi yang Profesional, Transparan, Kreatif dan Inovatif. Selanjutnya menjadikan Anggota sebagai mitra kemajuan dan melindungi anggota (Vokasi) dari berbagai peluang peluang kesalahan dalam bisnis properti," jelasnya.
Sementara itu, Safran Edi Harianto Siregar, Ketua DPD Apersi Banten menyatakan bahwa sosok Yoyo yang cukup mumpuni dan juga berkompeten.
"Maka Apersi Banten pada rapat pleno beberapa hari lalu menyatakan dukungan penuh kepada Yoyo. Selain itu, Yoyo memiliki jiwa leadership yang kuat tentunya akan sangat membantu dirinya memimpin Apersi dalam 5 tahun mendatang," jelasnya.
Safran menambahkan, selain itu perusahaan miliknya yang sudah berkembang pesat dan terorganisir dengan kata lain autopilot maka Yoyo tak akan dipusingkan oleh urusan perusahaannya. Apalagi menurut Safran, perusahaan Yoyo sudah go public menjadi perusahaan terbuka. Hal ini senada dengan yang diucapkan oleh Dedi Indra Setiawan salah satu anggota Apersi dari Jawa Barat yang menegaskan Yoyo sosok yang pas, dan sesuai dengan kebutuhan anggota.
"Perusahaannya yang sudah stabil dan dengan gaya modern membuat dirinya akan leluasa mengurus Apersi," imbuh Dedi bersemangat dan yakin bahwa sosok Yoyo akan mengangkat marwah Apersi dimata stakeholder dan juga pemerintah.
